Tempat wisata di gletser menawarkan pengalaman yang berbeda dibandingkan perjalanan ke pantai, kota bersejarah, atau kawasan pegunungan biasa. Hamparan es yang terbentuk dalam waktu sangat panjang, pegunungan bersalju, danau berwarna biru kehijauan, hingga bongkahan es yang mengapung membuat kawasan gletser mempunyai pemandangan yang sulit ditemukan di tempat lain.
Sejumlah negara bahkan menjadikan gletser sebagai tujuan wisata unggulan. Islandia mempunyai Vatnajökull dan Jökulsárlón, Argentina dikenal melalui Perito Moreno, Swiss memiliki Aletsch Glacier, sementara Kanada mempunyai Athabasca Glacier di kawasan Columbia Icefield. Selandia Baru juga menawarkan beberapa pilihan sekaligus, seperti Franz Josef Glacier, Fox Glacier, dan Tasman Glacier.
Aktivitas wisata di setiap lokasi berbeda. Ada gletser yang dapat dilihat dari jalur pejalan kaki, ada yang menawarkan perjalanan menggunakan kapal, sementara aktivitas berjalan di atas permukaan es biasanya hanya diperbolehkan bersama pemandu dengan perlengkapan khusus.
Jökulsárlón dan Vatnajökull Menjadi Ikon Wisata Es Islandia
Islandia menjadi salah satu negara yang paling mudah diasosiasikan dengan wisata gletser. Salah satu kawasan paling terkenal berada di sekitar Vatnajökull, lapisan es raksasa yang mendominasi sebagian wilayah tenggara negara tersebut.
Di tepi kawasan ini terdapat Jökulsárlón, sebuah laguna glasial dengan bongkahan es yang mengapung di permukaan air. Pemandangannya terlihat sangat berbeda karena bongkahan es mempunyai ukuran dan bentuk yang terus berubah.
Sebagian bongkahan berwarna putih, sementara lainnya memperlihatkan warna biru yang kuat. Es yang bergerak menuju laut kemudian dapat ditemukan di sekitar pantai berpasir hitam.
Perpaduan pasir gelap dan bongkahan es membuat kawasan tersebut menjadi salah satu lokasi fotografi paling terkenal di Islandia.
Wisatawan dapat menikmati pemandangan dari tepian laguna. Pada periode tertentu tersedia pula perjalanan menggunakan perahu yang memungkinkan pengunjung melihat bongkahan es dari jarak lebih dekat dengan tetap mengikuti ketentuan keselamatan.
Gua Es Menawarkan Sisi Berbeda dari Vatnajökull
Selain laguna, kawasan Vatnajökull dikenal dengan aktivitas mengunjungi gua es. Bentuk gua dapat berubah mengikuti kondisi gletser sehingga lokasi yang digunakan untuk wisata tidak selalu sama setiap tahun.
Bagian dalam gua dapat memperlihatkan lapisan es berwarna biru yang diterangi cahaya dari luar. Bentuk dindingnya juga tidak beraturan karena terbentuk melalui proses alam.
Perjalanan semacam ini tidak seharusnya dilakukan secara mandiri.
Kondisi es, cuaca, retakan, dan aliran air dapat berubah. Wisatawan biasanya mengikuti operator serta pemandu yang memahami kondisi gletser dan menentukan apakah lokasi aman untuk dikunjungi.
Perito Moreno Jadi Tujuan Wisata Gletser Terkenal di Argentina
Perito Moreno Glacier berada di Los Glaciares National Park, Provinsi Santa Cruz, kawasan Patagonia Argentina. Lokasinya sekitar 80 kilometer dari El Calafate, kota yang banyak digunakan wisatawan sebagai titik awal perjalanan.
Salah satu keunggulan Perito Moreno adalah kemudahan melihat gletser dari berbagai sudut melalui jaringan jalur dan platform pengamatan.
Wisatawan tidak harus menjadi pendaki gunung untuk menikmati pemandangan es dalam skala sangat besar.
Dari platform pengamatan, pengunjung dapat melihat dinding gletser berhadapan dengan perairan di depannya. Pada waktu tertentu, bongkahan es dapat terlepas dan jatuh ke air dengan suara yang keras.
Kawasan tersebut juga menawarkan perjalanan menggunakan kapal bagi wisatawan yang ingin melihat gletser dari permukaan air.
Trekking Es Menjadi Aktivitas Favorit di Perito Moreno
Pengunjung yang mencari pengalaman berbeda dapat memilih perjalanan berjalan di atas gletser melalui layanan berpemandu.
Aktivitas ini membutuhkan perlengkapan yang sesuai. Alas kaki biasanya dilengkapi perangkat khusus agar dapat mencengkeram permukaan es.
Peserta akan diperkenalkan dengan bentuk permukaan gletser, aliran air, retakan, hingga warna es yang terlihat berbeda pada bagian tertentu.
Wisatawan tidak diperbolehkan menganggap gletser seperti jalur hiking biasa. Retakan dapat tertutup lapisan salju dan sulit terlihat oleh orang yang tidak memiliki pengalaman.
“Menurut penulis, Perito Moreno menjadi salah satu pilihan menarik bagi wisatawan yang pertama kali ingin melihat gletser karena tersedia banyak cara menikmatinya tanpa harus mempunyai kemampuan mendaki tingkat tinggi.”
Aletsch Glacier Menampilkan Kemegahan Pegunungan Alpen Swiss
Swiss mempunyai Aletsch Glacier yang menjadi gletser terbesar di Pegunungan Alpen. Gletser tersebut membentang dari kawasan Bernese Oberland menuju Valais dan menjadi bagian dari kawasan Swiss Alps Jungfrau Aletsch yang diakui UNESCO.
Keindahan Aletsch berbeda dengan Perito Moreno.
Jika Perito Moreno terkenal melalui dinding es yang bertemu danau, Aletsch terlihat seperti sungai es raksasa yang mengalir di antara barisan gunung.
Wisatawan dapat melihatnya dari sejumlah titik tinggi di kawasan Aletsch Arena.
Salah satu titik pengamatan yang terkenal adalah Eggishorn. Dari kawasan tersebut, bentuk panjang Aletsch Glacier dapat terlihat dengan pegunungan menjulang sebagai latar belakang.
Perjalanan menuju wilayah ini juga menawarkan pengalaman khas Swiss melalui kereta, gondola, dan desa pegunungan.
Athabasca Glacier Mudah Dikunjungi dari Jalur Pegunungan Kanada
Kanada mempunyai Athabasca Glacier yang berada di Jasper National Park, Alberta. Gletser tersebut merupakan bagian dari Columbia Icefield, salah satu kawasan es terbesar di Canadian Rockies.
Athabasca dikenal sebagai salah satu gletser yang relatif mudah dilihat karena lokasinya berdekatan dengan Icefields Parkway.
Jalur tersebut sendiri telah menjadi tujuan perjalanan darat populer karena melewati pegunungan, danau, air terjun, serta sejumlah gletser.
Pengunjung dapat berhenti di kawasan sekitar Columbia Icefield dan melihat Athabasca dari titik yang telah disediakan.
Pemandangan bebatuan di sekitar gletser juga memperlihatkan perubahan posisi es dari waktu ke waktu.
Pihak pengelola secara tegas mengingatkan wisatawan agar tidak melewati pembatas atau berjalan sendiri di atas gletser. Retakan tersembunyi dapat membahayakan pengunjung.
Franz Josef Glacier Berada Dekat Hutan Hujan Selandia Baru
Franz Josef Glacier atau Kā Roimata o Hine Hukatere menjadi salah satu nama tempat wisata di gletser yang paling terkenal di Selandia Baru.
Lokasinya berada di South Island, tepatnya kawasan West Coast.
Hal yang membuat Franz Josef menarik adalah pertemuan lanskap es dengan lingkungan hijau yang berbeda dari gambaran gletser pada umumnya.
Kawasan di sekitarnya mempunyai hutan hujan, sungai, dan pegunungan Southern Alps.
Desa Franz Josef menjadi pusat akomodasi dan layanan wisata. Pengunjung dapat menginap di kawasan tersebut sebelum melanjutkan perjalanan menuju titik pengamatan gletser.
Untuk berada langsung di lingkungan es, wisatawan biasanya memilih heli hike. Perjalanan menggunakan helikopter membawa peserta menuju bagian gletser yang kemudian dijelajahi bersama pemandu.
Fox Glacier Menawarkan Perpaduan Es dan Pegunungan Southern Alps
Tidak jauh dari Franz Josef terdapat Fox Glacier. Perjalanan darat antara kedua kawasan tersebut dapat ditempuh sekitar setengah jam dalam kondisi perjalanan normal.
Fox Glacier mempunyai karakter yang hampir serupa dengan Franz Josef karena es turun dari kawasan Southern Alps menuju elevasi yang relatif rendah dan bertemu lingkungan hutan.
Wisatawan dapat menikmati panorama melalui jalur jalan kaki dan beberapa titik pengamatan di kawasan sekitarnya.
Penerbangan menggunakan helikopter menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin melihat bentuk gletser serta rangkaian Southern Alps dari udara.
Dekat Fox Glacier terdapat Lake Matheson yang juga terkenal sebagai tujuan fotografi.
Dalam cuaca cerah dan kondisi air tenang, permukaan danau dapat menampilkan refleksi pegunungan di sekitarnya.
Kombinasi gletser, danau, hutan, serta gunung membuat kawasan Fox cocok bagi wisatawan yang ingin menghabiskan lebih dari satu hari di West Coast.
Mer de Glace Bisa Dikunjungi Menggunakan Kereta dari Chamonix
Prancis mempunyai Mer de Glace di kawasan Chamonix Mont Blanc. Namanya dalam bahasa Prancis berarti lautan es, sebuah sebutan yang sesuai dengan bentuk bentangan gletser tersebut.
Salah satu hal paling menarik dari perjalanan ke Mer de Glace adalah moda transportasinya.
Wisatawan dapat menggunakan kereta Montenvers dari Chamonix menuju kawasan pengamatan di ketinggian sekitar 1.913 meter.
Perjalanan dengan kereta pegunungan tersebut telah menjadi atraksi tersendiri.
Setelah tiba, pengunjung mendapatkan pemandangan Mer de Glace dan pegunungan di sekitarnya.
Terdapat pula fasilitas gondola yang membantu akses menuju area lebih dekat dengan gletser pada periode operasional tertentu.
Kawasan ini cocok bagi wisatawan yang ingin melihat gletser Alpen tanpa melakukan perjalanan ekspedisi panjang.
Grey Glacier Menjadi Permata Es di Torres del Paine, Chile
Patagonia tidak hanya mempunyai Perito Moreno di Argentina. Di sisi Chile terdapat Grey Glacier yang menjadi salah satu atraksi utama bagian barat Torres del Paine National Park.
Gletser ini berasal dari Southern Patagonian Ice Field dan bergerak menuju Grey Lake.
Bongkahan es berwarna biru dapat terlihat mengapung di perairan danau setelah terlepas dari bagian depan gletser.
Wisatawan mempunyai beberapa pilihan untuk melihatnya.
Perjalanan dengan kapal memungkinkan pengunjung mendekati bagian depan gletser dari perairan. Pilihan lain adalah mengikuti jalur trekking yang memberikan pemandangan Grey Glacier dari posisi berbeda.
Bagi wisatawan dengan persiapan lebih serius, tersedia pula aktivitas berjalan di atas es bersama pemandu profesional.
Torres del Paine sendiri mempunyai panorama yang sangat lengkap sehingga perjalanan menuju Grey Glacier dapat digabungkan dengan kunjungan ke danau, hutan, lembah, serta formasi gunung granit yang terkenal.
Tasman Glacier Menjadi Gletser Terbesar di Selandia Baru
Haupapa atau Tasman Glacier berada di Aoraki Mount Cook National Park dan dikenal sebagai gletser terpanjang serta terbesar di Selandia Baru.
Kawasan ini menawarkan pengalaman berbeda dari Franz Josef dan Fox.
Wisatawan dapat menikmati pemandangan Tasman Glacier melalui jalur jalan kaki yang mengarah ke beberapa titik pengamatan di sekitar Tasman Lake.
Danau glasial tersebut mempunyai bongkahan es yang terlepas dari gletser sehingga menciptakan pemandangan yang sangat khas.
Tersedia pula aktivitas menggunakan perahu pada layanan tertentu serta penerbangan wisata untuk melihat kawasan Aoraki Mount Cook dari udara.
Heli hiking menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin turun langsung ke permukaan es bersama pemandu.
Aoraki Mount Cook National Park juga menarik karena sekitar 40 persen wilayahnya ditutupi gletser. Karena itu, Tasman bukan satu satunya bentangan es yang dapat terlihat selama berada di kawasan tersebut.
Sólheimajökull Populer untuk Wisata Berjalan di Atas Es Islandia
Selain Vatnajökull, Islandia mempunyai Sólheimajökull di bagian selatan negara tersebut. Lokasinya relatif mudah dimasukkan ke dalam perjalanan mengelilingi South Coast.
Sólheimajökull terkenal di kalangan wisatawan yang ingin mencoba glacier hiking.
Permukaan es mempunyai berbagai bentuk seperti retakan, tonjolan, aliran kecil, hingga lapisan yang terlihat gelap karena material vulkanik.
Karakter tersebut membuat tampilannya berbeda dari gletser yang sepenuhnya terlihat putih.
Peserta glacier hiking biasanya menggunakan helm, harness, crampon, dan perlengkapan lain yang ditentukan operator.
Pemandu memberikan petunjuk mengenai cara berjalan serta daerah yang boleh dilewati.
Pengunjung sebaiknya tidak mencoba memasuki gletser sendiri karena bagian yang terlihat kokoh dari permukaan belum tentu aman.
Mendenhall Glacier Menjadi Tujuan Wisata Es Terkenal di Alaska
Mendenhall Glacier berada dekat Juneau, ibu kota Alaska, Amerika Serikat. Kedekatannya dengan kawasan perkotaan membuat tempat ini menjadi salah satu gletser yang relatif mudah dikunjungi.
Mendenhall merupakan salah satu gletser besar yang mengalir dari Juneau Icefield menuju Mendenhall Lake.
Wisatawan dapat menikmati pemandangan dari Mendenhall Glacier Visitor Center serta sejumlah jalur di kawasan rekreasi sekitarnya.
Salah satu tujuan yang juga populer adalah Nugget Falls. Air terjun tersebut berada tidak jauh dari kawasan danau dan menawarkan pemandangan yang dapat digabungkan dengan gletser.
Selain es, wisatawan berpeluang melihat kehidupan liar Alaska. Kawasan hutan di sekitar Mendenhall menjadi habitat berbagai satwa sehingga pengunjung tetap harus mengikuti aturan keselamatan yang berlaku.
“Wisata gletser bukan sekadar mencari hamparan es terbesar. Tempat seperti Mendenhall menarik karena dalam satu perjalanan wisatawan dapat melihat danau, hutan Alaska, air terjun, pegunungan, serta gletser.”
Waktu Berkunjung ke Gletser Harus Disesuaikan dengan Jenis Aktivitas
Tidak ada satu musim yang berlaku sama untuk seluruh tempat wisata gletser di dunia. Patagonia berada di belahan bumi selatan, sedangkan Islandia, Kanada, Swiss, Prancis, dan Alaska berada di belahan bumi utara.
Musim wisata terbaik karena itu berbeda antara satu negara dengan negara lainnya.
Perito Moreno dapat dikunjungi sepanjang tahun, tetapi periode musim semi dan musim panas Argentina banyak dipilih karena kondisi perjalanan lebih nyaman. Wisata hiking di Alpen juga sangat bergantung pada musim dan kondisi jalur.
Aktivitas gua es di Islandia mempunyai persyaratan berbeda dengan perjalanan melihat laguna.
Wisatawan sebaiknya memeriksa kondisi cuaca, akses jalan, operasional transportasi, dan layanan wisata sebelum berangkat.
Hal yang lebih penting adalah tidak memasuki permukaan gletser tanpa pemandu apabila kawasan tersebut tidak secara resmi dibuka untuk perjalanan mandiri. Es selalu bergerak dan mempunyai retakan yang tidak mudah dikenali dari permukaan.
Aletsch, Perito Moreno hingga Tasman Cocok untuk Tipe Wisatawan yang Berbeda
Pemilihan nama tempat wisata di gletser pada akhirnya dapat disesuaikan dengan pengalaman yang dicari.
Perito Moreno menarik untuk wisatawan yang ingin melihat dinding es besar melalui jalur pengamatan. Aletsch menawarkan panorama sungai es di tengah Pegunungan Alpen. Athabasca cocok dimasukkan dalam perjalanan darat melintasi Canadian Rockies.
Jökulsárlón menawarkan pemandangan bongkahan es yang mengapung di laguna, sementara kawasan Vatnajökull terkenal dengan wisata gua es pada kondisi tertentu.
Franz Josef dan Fox mempunyai perpaduan hutan dengan bentang gletser yang menjadi ciri khas South Island Selandia Baru.
Wisatawan yang menyukai perjalanan pegunungan dapat mempertimbangkan Mer de Glace di Prancis, sedangkan pengunjung yang ingin menjelajahi Patagonia Chile mempunyai Grey Glacier di Torres del Paine.
Tasman Glacier menawarkan kombinasi gletser, danau glasial, serta pemandangan Aoraki Mount Cook. Sementara Mendenhall menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang datang ke Juneau dan ingin melihat salah satu bentangan es Alaska tanpa harus melakukan ekspedisi ke kawasan terpencil.


Comment