BerandaHot NewsTukang Rompak dan Cukong dari Batam.

Tukang Rompak dan Cukong dari Batam.

- Advertisement -spot_img
Catatan : Henri Rahman

21 tahun lebih setelah tahun 2000 para perampok telah menguasai seperempat lahan dan tanah dibatam, mereka ada yang berwujud dengan segala kekuatan dan bekingan. Ada juga yang tidak berwujud seperti cukong dengan memamfaatkan tangan tangan setan, mereka hanya menyiapkan uang. Selesai lalu dibayar.

IMG 20210615 181112
Photo kartun : Ilustrasi

Para cukong hanya memantau dari jauh. Singapura dan Jakarta basis kekuatan finansialnya. Para taipan kecil telah merampok sebagian lahan potensial untuk diperjual belikan kembali. Mau bukti….?. Silahkan lihat alokasi lahan yang asli, dipastikan nama di peta lokasi asli yang diberikan oleh BP Kawasan telah berubah kepada perusahaan baru dalam wujud pengembang, develover dan bentuk lainnya.

Para perampok berkerah putih itu memamfaatkan tangan kekuasaan, tangan politik dan tangan LSM untuk mendapatkan lahan. Mereka dengan sadis telah meluluh lantakkan nurani Melayu yang beradab, anak Tempatan hanya menjadi penonton di siang hari dan menjadi penjaga lahan sang tuan dimalam hari.

BACA JUGA:  Aktivitas Penambangan Pasir Ilegal Kembali Marak Di Gunung Meranti.

Disalah satu sudut kota disingapura, diduga dijadikan bursa lahan Batam, para investor dan peminat datang dan transaksi dilakukan, mereka punya data lengkap. Peta lokasi, SKEP, HPL dan dokumen lainnya. Konon kabarnya para notaris Batam kadang menyaksikan transaksi luar biasa sambil menyiapkan skenario untuk dilegalkan di Batam.

Para cukong biasanya datang tiap akhir Minggu sambil memantau perkembangan, para makelar lahan menunggu arahan dan ekseskusi yang perlu dilakukan, andai lahan yang dikuasai tersebut dihuni oleh rumah liar dan penduduk miskin yang tidak punya tempat tinggal, jangan harap ada belas kasihan, gusur dan cukup diberi uang paku. Para centeng dan preman disuruh menjadi perpanjang tangan. Biar terkesan legal, Ditpam sebagai tenaga pengamanan dikerahkan mengusir penduduk miskin, tua renta, para yatim hanya bisa melongo dan menangis meratapi nasib.

BACA JUGA:  Ini Jawaban Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang Terkait Toilet.

Hidup dibatam seperti ditanah asing sang tuan Polan. Tidak ada masyarakat kecil menjadi pemenang, Hidup ini keras, buktikan dirimu kuat. Yang membedakan pemenang dan pecundang hanya satu: pemenang tahu cara berdiri saat jatuh, pecundang lebih nyaman tetap ada di posisi jatuh. Pemenang dan pecundang adalah para tuan cukong yang menikmati buruknya sistem kekuasaan.

BP Batam sebagai pemberi konsesi atas lahan
semestinya mengatur dan menjaga keseimbangan dalam penguasaan, penggunaan, pemanfaatan, dan pemilikan hak atas tanah, coba lihat sekarang, sulitnya membangun fasilitas umum seperti sekolah dan rumah sakit karena hampir seluruh lahan strategis sudah berpindah tangan kepada sang tuan Polan dan cukong cukong gentayangan. Negara telah kalah dengan premanisme Kepentingan.

Untunglah 2 tahun terakhir, para cukong dan tuan Polan dipersempit ruang geraknya. Dibawah ketua BP Kawasan baru yang merangkap ex officio, alokasi lahan tidak bisa diberikan dengan seenaknya, silahkan minta alokasi lahan tetapi harus menyiapkan rencana pembangunan dan waktu yang telah ditetapkan, bila tidak sesuai aturan, lahan akan dicabut kembali Tampa konsesi dan ganti rugi. Para cukong mulai gigit jari.

BACA JUGA:  Tidak Memiliki TPA, Warga Buang Sampah di Tebing Laut.

Para cukong yang pintar tidak kehabisan akal, mereka berkepentingan mengamankan jejaring ekonominya. Dengan mendukung kepala daerah terpilih, sangat mudah mengintervensi regulasi yang menguntungkan dirinya. Efeknya akan lahir kebijakan yang korup. Termasuk pula kemudahan terlibat dalam pengadaan barang dan jasa serta proyek pemda lainnya.

Batam adalah rumah kita, para cukong dan tuan Polan adalah benalu yang merusak tatanan sendi sendi Melayu beradab. Mereka harus enyah dan dimusnahkan keakar sedalam dalamnya.

SUMBER : HR/ Direktur Batam Reseach Center

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -Logo
https://youtu.be/Mu0GJXRRicY
Stay Connected
Must Read
- Advertisement -Iklan
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here