BerandaHot NewsSistem Pendidikan Tematik, Solusi Peningkatan IQ Normal Manusia diatas IQ Gorila

Sistem Pendidikan Tematik, Solusi Peningkatan IQ Normal Manusia diatas IQ Gorila

- Advertisement -spot_img
Dr.Agus.SKp.MN,SE. No.Reg.MET.000.001170.2006
IMG 20210811 151651 1

OPINI

Morning Quotes

Direksi rekan saya di China, istrinya guru sekolah SMU. Dari dia saya tercerahkan . Menurutnya setelah Mao wafat, Deng tampil berkuasa. Yang pertama dia lakukan adalah berkunjung ke AS. Di sana Deng bertanya kepada profesor AS.

“ berapa IQ manusia normal.” Tanya Deng “ 100 “ jawab profesor“ Berapa IQ orang AS ?“ Diatas 100. Ya diatas IQ gorila yang IQ nya berkisar 75-90”

Kemudian setelah kembali dari lawatan di AS, Deng minta agar diadakan test IQ rata rata orang china. Hasilnya ? 80-90. Deng terkejut. Bagaimana china bisa bersaing kalau IQ nya setara dengan gorila. Deng bertanya kepada ahli pendidikan.

“ mengapa IQ orang china rendah atau sama dengan gorila ?“ Karena sistem pendidikan kita yang lebih kepada standar dan hapalan. Itu metode pendidikan untuk hewan. Kalau sistem pendidikan dengan metode tematik akan membuat kecerdasan orang berkembang.

BACA JUGA:  Omnibus Law menurut Pemerintah

“Deng membuat keputusan revolusioner dalam sistem pendidikan nasional china. Yaitu menghapus sistem pendidikan hapalan. Menghapus standardisasi metode pengejaran. Semua kembali kepada lokal.

Sehingga dengan sistem seperti itu, orang bisa dibedakan antara kemampuan dan pengetahuan. Artinya china tidak mendidik orang mendapatkan pengetahuan di sekolah. Tapi mendidik mereka memiliki kemampuan atas apa yang mereka ingin capai.

Metodenya? Tematik, model pembelajaran terpadu menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memebrikan pengalaman bermakna kepada siswa.

BACA JUGA:  MK Bakal Minta Keterangan Presiden dan DPR Terkait Perkara UU Pers

Kini IQ orang china diatas 100.Pengetahuan sekolah tidak membuat orang cerdas tapi kemampuan berpikir membuat orang orang cerdas dan berkembang karena waktu.

Seseorang dapat belajar dan meningkatkan kosa kata atau matematika? tetapi belum tentu membuatnya menjadi lebih pintar. Sementara orang yang punya kemampuan menyerap pengetahuan, akan membuat dia cerdas karena waktu.

Contoh sederhana. Google itu sumber pengetahuan. Tetapi mengapa orang masih banyak yang percaya dengan hoax! Padahal mereka banyak yang sarjana. Banyak orang jadi korban ponzy. Padahal kadang pencipta ponzy bukan sarjana. Sementara yang jadi korban kebanyakan sarjana.

Di sosial media, dalam debat keliatan sekali. Orang yang dididik lewat standar pengetahuan cenderung menjadikan LINK web sebagai dasar argumennya. Dan cenderung emosional dengan kosa kata yang kering dan kasar kalau orang membantah LINK tersebut.Yang miris data dari world populatiom review, tingkat IQ orang indonesia ada di posisi 70 dunia dengan rata-rata IQ sebesar 84.

BACA JUGA:  Diduga Rasis, Warga PK NTT Kota Batam Kecam Anggota DPRD Batam

Jadi sama dengan gorila. Jadi wajar saja kita mudah dibegoin tapi engga ngerasa. Tetap aja merasa pintar. Tetapi engga sadar kalau sikapnya sama dengan gorila, emosian dan irasional. Ngarep 72 bidadari sorga mau aja bunuh diri. Namun bukan tidak mungkin suatu saat bisa menempati urutan teratas dunia kalau sistem pendidikan diubah, yaitu sistem tematik. Tidak ada lagi sistem penilaian lewat index prestasi. Ijazah tidak ada. Yang ada surat keterangan lulus.(***)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -Logo
https://youtu.be/Mu0GJXRRicY
Stay Connected
Must Read
- Advertisement -Iklan
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here