BerandaKepriBatamSelama Tahun 2021, Kantor Imigrasi Kelas 1 Batam Deportasi setidaknya 146...

Selama Tahun 2021, Kantor Imigrasi Kelas 1 Batam Deportasi setidaknya 146 WNA

- Advertisement -spot_img
“Yang dominan overstay atau batas waktu izin tinggal. Karena sebagian orang asing di masa pandemi tidak bisa pulang ke negaranya,” Ismoyo
Batam |BENEWS.co.id – Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam,  Ismoyo mengungkapkan, tahun 2021, setidaknya ada 146 WNA yang di deportasi. Beberapa negara di benua Eropa hingga Asia masuk dalam daftar. Namun tetap, yang terbanyak itu negara di Asia Tenggara yakni Vietnam. Ungkapnya senin. (3/1/22)
Selama Tahun 2021, Kantor Imigrasi Kelas 1 Batam Deportasi setidaknya 146 WNA
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam,  Ismoyo mengungkapkan, tahun 2021, setidaknya ada 146 WNA yang di deportasi. ( Photo : dokumen Imigrasi batam)

Deportasi terpaksa dilakukan, Pandemi Corona menyulitkan sebagian Warga Negara Asing (WNA) kembali ke negaranya. Hal ini memicu terjadinya peningkatan pelanggaran batas waktu izin tinggal atau overstay.

BACA JUGA:  Kanwil Depag Sumut, Resmikan Sekretariat PD Tarbyah Perti Sumut
IMG 20220103 WA0047
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam,  Ismoyo menyampaikan beberapa agenda dan pencapaian yang dilakukan kantor Imigrasi Kelas I Batam. Senin (3/1/22) photo : dokumen Imigrasi batam.

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Kepulauan Riau mencatat ratusan kasus overstay yang berujung pada pendeportasian. Tindakan tersebut lebih kepada tindakan administratif keimigrasian.

“Yang dominan overstay atau batas waktu izin tinggal. Karena sebagian orang asing di masa pandemi tidak bisa pulang ke negaranya,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I khusus TPI Batam.

BACA JUGA:  Satreskrim Polresta Barelang Ringkus 4 Pelaku Curat dan Curas

“Ketika baru dibuka negaranya, mereka baru bisa pulang. Izin tinggalnya sudah melewati batas waktu. Di luar itu paling tinggi kasus yang menonjol ada illegal fishing juga,” ujar Ismoyo menambahkan.

Untuk pro justisia dari pelanggaran tersebut, lanjut Ismoyo, pihaknya akan memperhatikan 3 aspek yakni efektifitas dan efisiensi, filosofi kepidanaan dan masalah pandemi.

BACA JUGA:  Keren.., TNI – Polri Olah raga Bersama Tingkatkan Sinergitas

“Jadi tiga aspek itu jadi perhatian kami dalam melakukan penindakan hukum. Ada juga kebijakan dari Kemenkumham untuk mengurangi angka warga binaan di lapas maupun rutan supaya mencegah adanya Covid secara nasional. Memperhatikan tiga aspek itu saja, kita akan mengedepankan langkah antisipatif keimigrasian,” kata dia.

Ismoyo menambahkan, sasaran Imigrasi Batam justru adalah penurunan angka pelanggaran. Semakin turun angka pelanggaran artinya sosialisasi penegakan hukum kian efektif. (***)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -Logo
https://youtu.be/Mu0GJXRRicY
Stay Connected
Must Read
- Advertisement -Iklan
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here