banner 728x250

Selama Tahun 2021, Kantor Imigrasi Kelas 1 Batam Deportasi setidaknya 146 WNA

Selama Tahun 2021, Kantor Imigrasi Kelas 1 Batam Deportasi setidaknya 146 WNA
kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Batam.Ismoyo.
banner 468x60
“Yang dominan overstay atau batas waktu izin tinggal. Karena sebagian orang asing di masa pandemi tidak bisa pulang ke negaranya,” Ismoyo
Batam |BENEWS.co.id – Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam,  Ismoyo mengungkapkan, tahun 2021, setidaknya ada 146 WNA yang di deportasi. Beberapa negara di benua Eropa hingga Asia masuk dalam daftar. Namun tetap, yang terbanyak itu negara di Asia Tenggara yakni Vietnam. Ungkapnya senin. (3/1/22)
Selama Tahun 2021, Kantor Imigrasi Kelas 1 Batam Deportasi setidaknya 146 WNA
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam,  Ismoyo mengungkapkan, tahun 2021, setidaknya ada 146 WNA yang di deportasi. ( Photo : dokumen Imigrasi batam)

Deportasi terpaksa dilakukan, Pandemi Corona menyulitkan sebagian Warga Negara Asing (WNA) kembali ke negaranya. Hal ini memicu terjadinya peningkatan pelanggaran batas waktu izin tinggal atau overstay.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam,  Ismoyo menyampaikan beberapa agenda dan pencapaian yang dilakukan kantor Imigrasi Kelas I Batam. Senin (3/1/22) photo : dokumen Imigrasi batam.

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Kepulauan Riau mencatat ratusan kasus overstay yang berujung pada pendeportasian. Tindakan tersebut lebih kepada tindakan administratif keimigrasian.

banner 336x280

“Yang dominan overstay atau batas waktu izin tinggal. Karena sebagian orang asing di masa pandemi tidak bisa pulang ke negaranya,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I khusus TPI Batam.

“Ketika baru dibuka negaranya, mereka baru bisa pulang. Izin tinggalnya sudah melewati batas waktu. Di luar itu paling tinggi kasus yang menonjol ada illegal fishing juga,” ujar Ismoyo menambahkan.

Untuk pro justisia dari pelanggaran tersebut, lanjut Ismoyo, pihaknya akan memperhatikan 3 aspek yakni efektifitas dan efisiensi, filosofi kepidanaan dan masalah pandemi.

“Jadi tiga aspek itu jadi perhatian kami dalam melakukan penindakan hukum. Ada juga kebijakan dari Kemenkumham untuk mengurangi angka warga binaan di lapas maupun rutan supaya mencegah adanya Covid secara nasional. Memperhatikan tiga aspek itu saja, kita akan mengedepankan langkah antisipatif keimigrasian,” kata dia.

Ismoyo menambahkan, sasaran Imigrasi Batam justru adalah penurunan angka pelanggaran. Semakin turun angka pelanggaran artinya sosialisasi penegakan hukum kian efektif. (***)

banner 336x280
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.