BerandaKepriBatamSejarah Perusahaan, Kiprah Pengelolaan Ketenagalistrikan untuk Melayani Kebutuhan Listrik Masyarakat Batam

Sejarah Perusahaan, Kiprah Pengelolaan Ketenagalistrikan untuk Melayani Kebutuhan Listrik Masyarakat Batam

- Advertisement -spot_img

BENEWS.co.id, BATAM – SEJARAH pengelolaan ketenagalistrikan untuk melayani kebutuhan listrik masyarakat Batam, awalnya dilakukan oleh Pertamina, tepatnya pada tahun 1971. Kala itu, Pertamina dipercaya sebagai instansi pertama yang mengelola daerah industri Pulau Batam.

IMG 20210810 163231
bright PLN BATAM (Photo : BENEWS.Dokumen)

Bermodalkan PLTD yang memiliki daya pasang cukup rendah, 2 x 188 KvA, sehingga waktu itu listrik hanya bisa dirasakan oleh Pertamina dan perumahan karyawannya saja. Seiring dengan perkembangan Batam yang mulai meningkat, akhirnya tahun 1976 pemerintah Indonesia membentuk Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam (OPDIPB) untuk mengelola kota yang berbentuk Kalajengking ini dimana Kepala OPDIPB diserahkan ke tangan Menteri Penertiban Aparatur Pembangunan JB Sumarlin.

IMG 20210811 142956
Sejarah panjang ketenagalistrikan di Batam (photo : dokumen Humas Bright PLN Batam )

Sejak itu, semua proyek yang dikelola Pertamina diambil alih oleh OPDIPB, termasuk pengelolaan ketenagalistrikan. Bisnis ketenagalistrikan saat itu dikelola Unit Pelaksana Teknis Otorita Batam (UPT OB). Kapasitas pembangkit pun masih rendah, hanya sebesar 17,5 MW.

FB IMG 1628395301954 4
HUT RI ke 76

Setelah tugas JB Sumarlin usai, tepat tahun 1978 Ketua Otorita Batam dipegang oleh Prof Dr Ing Bj. Habibie. Dalam pimpinan Habibie, Batam sudah mulai diarahkan sebagai kota industri. Listrik sebagai kebutuhan vital dalam industri dan kalangan usaha, tentu membutuhkan pasokan listrik dan mulai saat itu dilakukan pembangunan PLTD di Sekupang dan Batuampar. Total daya terpasang pada periode 1976-1992 sebesar 45,5 MW dan disalurkan ke daerah Sekupang dan Batuampar.Perkembangan Batam kala itu pun tak dapat terbendung lagi. Investor-investor asing sudah mulai melirik potensi yang ada di Batam.

BACA JUGA:  Berkah "Cahaya Ramadhan bright PLN Batam," Senyum Merekah Sekar Taji
IMG 20210811 141141
bright PLN Batam

Tak pelak lagi kalau Otorita Batam saat itu cukup kewalahan mengelolanya, sehingga satu persatu dilepas, termasuk bisnis ketenagalistrikan. Akhirnya, pada 1 Januari 1993 berdasarkan kesepakatan pemerintah dan OB, pengelolaan ketenagalistrikan diserahkan ke PT PLN (Persero) Wilayah Khusus Batam.

IMG 20210810 162204 1
bright PLN Batam

Berdasarkan keputusan Menteri Negara Penanaman Modal dan Pembinaan BUMN, selaku Pemegang saham PT PLN (Persero) dalam surat No S-23/M-PM-PBMUN/2000 tanggal 23 Agustus 2000, pada tanggal 3 Oktober 2000, status PT PLN (Persero) Wilayah Khusus Batam berubah menjadi PT Pelayanan Listrik Nasional Batam (PT PLN Batam) dengan status sebagai anak perusahaan PT PLN (Persero), sebagai unit mandiri yang mengelola kelistrikan dari hulu sampai hilir.

Dan pada Juni 2008 PT PLN Batam melakukan rebranding menjadi b’right PLN Batam.Tahun 2015 bright PLN Batam membantu PT PLN (Persero) Wilayah Riau & Kepualuan Riau dengan interkoneksi Batam-Bintan.

BACA JUGA:  Horee..Vaksin Copid 19 Untuk Batam Tiba, Siap Disuntikkan.

Interkoneksi kelistrikan adalah bagian program merangkai pulau.Tahap awal daya Listrik dialirkan sebesar 20 MW dari Batam ke Bintan melalui gardu induk Tanjung Uban sebagai titik terima energi dari saluran kelistrikan Batam.

Proyek interkoneksi jaringan 150 KV berjarak ± 17,9 KM dari Batam ke Bintan ini digesa untuk menjawab keraguan PMA yang akan berinvestasi serta untuk menopang pertumbuhan perekonomian provinsi Kepulauan Riau menuju double digit.

Tahap berikutnya, evakuasi daya ditargetkan sampai 75 MW mengalir ke Pulau Bintan. Sampai dengan akhir 2017, b’right PLN Batam memiliki kapasitas terpasang kurang lebih 623,286 MW dan daya mampu kurang lebih 547,490 MW dengan beban puncak Batam-Bintan 415 MW.

Di sisi produksi, sejak tahun 2004 b’right PLN Batam menerapkan fuel mix strategy, dan sampai dengan tahun 2011 komposisi pemakaian energi primer tercatat sebesar 59.92% menggunakan bahan bakar gas, 34.82 menggunakan bahan bakar batu bara dan 5.26% berbahan bakar minyak.

Di usia ke-17 bright PLN Batam telah menjadi perusahaan yang berkembang tidak hanya menyalurkan energi untuk pulau Batam namun hingga ke beberapa daerah di Indonesia. bright PLN Batam diberi penugasan oleh PT PLN (Persero) selaku holding untuk membantu program 35.000 MW yang dicanangkan oleh pemerintah saat ini demi menuntaskan masalah kelistrikan dan menaikkan rasio elektrifikasi di beberapa daerah di Indonesia.

BACA JUGA:  Nikmatnya Teh Tarek Sultan di Cafe Masjid Jabal Arafah Nagoya Batam. Sudah Pernah Coba..?

Bentuk partisipasi bright PLN Batam adalah menyediakan pembangkit listrik di beberapa daerah di wilayah usaha PT PLN (Persero) menggunakan Mobile Power Plant (MPP) berbahan bakar gas dengan total kapasitas 500 MW. Untuk proyek MPP 500 MW bright PLN Batam membentuk unit bisnis agar fokus terhadap proyek tersebut yaitu bright Energy Services (bES).Berikut daerah penyebaran MPP 500 MW milik bright PLN Batam: NO Lokasi Kapasitas (MW)1 Paya Pasir, Medan 752 Gunung Sitoli, Pulau Nias Sumut 253 Air Anyer, Pulau Bangka, Bangka Belitung 504 Suge Pulau Belitung, Bangka Belitung 255 Balai Pungut,Duri 756 Tarahan,Lampung 1007 Pontianak, Kalbar 1008 Lombok, NTB 50.(***)

Website : https://www.plnbatam.com/pelayanan-virtual/

Jl. Engku Putri No. 3 – Batam Center – Kepulauan Riau – IndonesiaCopyright © 2020 PT. Pelayanan Listrik Nasional Batam.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -Logo
https://youtu.be/Mu0GJXRRicY
Stay Connected
Must Read
- Advertisement -Iklan
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here