Sabtu, September 25, 2021
Google search engine
BerandaHot NewsSampan Kolek Untuk Kak Nurul, Sumbangan LAZ Batam.

Sampan Kolek Untuk Kak Nurul, Sumbangan LAZ Batam.

Semoga Berkah.Ingat kak Nurul Hidayah, kak Nurul muallaf dari pulau Kubung, ada yang kenal dia namanya kak Siti, usianya menjelang empat puluh tahun. Dulu namanya Rosmaria Theodora.

Suami kak Nurul tersenyum menerima sampan itu yang diserahkan lang bang Syarifuddin ketua LAZ Batam.

Walau dengan modal berhutang masih ada lah orang pesan masakan kepadanya. Hutangnya pun ada yang belum terbayarkan. Suami kak Nurul namanya Yendri dulu bekerja sebagai penjaga parkir di Masjid Bukit Indah Sukajadi.

Anak kak Nurul empat orang, yang satu diambil dan diasuh saudaranya. yang tiga lagi tinggal dengan kak Nurul, satu orang pun anaknta yang tiga itu tak bersekolah meskipun sudah usia sekolah.

Kak Nurul sekarang hidup menumpang di pantai Air Menanti, Sungai Kertang Jembatan empat. Tak jauh dari rumah kediaman Suherman SE sekretaris HINSI Provinsi Kepri.

Ada rumah kosong disitu.Kais pagi makan petang, begitulah kehidupan kak Nurul yang dulu sewaktu di agama lama iya dapat fasilitas yang sangat memadai, jadi pelayan di Roma Vatikan sana, master ahli Gizi itu, sekarang benar benar mengkais kais pasir di terumbu karang cari lokan ketam, dan apa saja yang tertampak di pasir pantai itu.

BACA JUGA:  Kondisi Kesehatan yang Memicu Badai Sitokin Selain Covid

Yang dapat dan laku dijual. Aku acap datang kesana.Malang tak dapat dielak untung tak dapat diraih, kaki perempuan tangguh ini terkena binatang air yang sangat berbahaya “lepu” namanya.

Tak bisalah dia kelaut, laki nya baru mulai pandai merawai, beciau, Tetapi yang nak di ciaukan nak di dayungkan tak ada sampan. Aku sengaja datang ke tempat kediaman bang Suher panggilan akrab Panglima Lang Laut ini, mana tau ada orang yang nak jual sampan kolek kecil, agar dapat lah mereka menebar rawai dan memancing agak ke tengah laut sedikit. Tak hanya tunggu air surut saja.

BACA JUGA:  PT Angkasa Pura I (Persero) bersama Incheon International Airport (IIAC) Tonjolkan Kearifan Lokal Batam dalam Mengelola Hang Nadim Kedepan.

Baru mengkais kais pasir pantai. Ucapku pada bang Suher.Rupanya,tergerak hati ketua Lembaga Amil Zakat (LAZ) Batam pak Syarifuddin SE. MM namanya. Setelah kukabarkan kondisi keluarga kak Nurul. Iya Ji kita carilah sampan tu yang seken saja sesuai permohonan kak Nurul.

Syarifuddin ini kukenal cukup lama, sejak di era Nyat Kadir walikota, iya sudah aktif di DAI muda Batam. Ia memanggilku Haji. Di era Ahmad Dahlan LAZ masjid raya Batam ini salah satu LAZ terbesar dan terpercaya di region Sumatera. Di era Rudi, mereka harus pindah dari lantai dasar masjid raya batam yang berubah jadi masjid agung.

BACA JUGA:  Video News : Mistery Bukit Daeng Batu aji Batam

Dan kepengurusan masjid itu berpindah dari Otorita Batam ke Pemko Batam. Pendapatan pemasukan LAZ MR yang juga harus berganti nama menjadi LAZ Batam sesuai undang undang zakat pun sangat berkurang. Tak lah mudah dapat sampan kolek di bawah harga enam juta.

Orang sekarang tak beciau lagi ujar pak Sabtu di Kertang, sudah pakai mesin kecil mesin Ting Ting namanya. Mesin saja dah dekat satu juta setengah. jelasnya.Terdiamlah kami.Banyak tempat dan kawan kami kunjungi dan tanya nak beli sampan kolek kecil itu.

Tiba tiba Nurul menghubungiku, Pakcik, Ada sampan di Dapur enam Sembulang Rempang harganya sesuai bugjet kita. Kata kak Nurul.Kukabarkan ke bang Syatifuddin, tengah hari itu kami pun menuju ke dapur enam sembulang Rempang sana.

BACA JUGA:  DAMRI Bandara Hang Nadim dengan Aroma Khas Penuh Karat dan Memprihatinkan

Jauh memutar dari Timur ke Barat kalau dibawak lewat laut ujar Belek, pemilik sampan itu. Jadi nak jalan darat. Lebih cepat, naikkan atas lori, ongkos ke Air menanti nak tambah lima ratus ribu lagi. Lima ratus ribu itu cukup besar bagi kami, sampan tu nak diperbaiki lagi dasarnya, nak dilapis atau ditarok fiber glass dan dicat lagi. Baiklah kita naikkan di pick up saja muat tak tanyaku.

BACA JUGA:  Sindikatpost.com Terima Penghargaan dari BKKBN dalam Program Bangga Kencana

Banyak betul lelaki kampung dapur enam itu membantu mengangkat sampan yang lebih enam meter panjang nya itu dari laut hingga ke atas pick up. Dari rumah sengaja kubawa tali tambang plastik rada besaran pinjam punya pak santoso. Perlahan ku setir pickup itu seorang dibelakang melihat mana tau tali putus atau terbuka.

Terkadang memperhatikan dahan dan kabel listrik, maklum ujuang perahu itu mendongak diatas kepala pick up. Alhamdulillah selamat sampi bibir pantai. Sekarang nak turun sampan tu lagi masuk laut lagi. Ada keluarga Heri Zamperleno kebetulan di pantai.

Mereka pun terutama yang lelaki datang membantu. Syukurnya.Allah mudahkan perjalan kami, kulihat suami kak Nurul tersenyum menerima sampan itu yang diserahkan lang bang Syarifuddin ketua LAZ Batam.

Iya pun mencoba berdayung dua, kanan dan kiri. Terima kasih semua yang telah membantu kami, terutama pihak LAZ Batam, dan titipan uang biaya transport untuk tambahan perbaikan sampan kolek itu.(***)

BACA JUGA:  Polresta Barelang Bagikan Masker Secara Serentak Kepada Masyarakat Kota Batam
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular