BerandaDaerahRahma Tak (lagi) Ramah

Rahma Tak (lagi) Ramah

- Advertisement -spot_img

Rahma Menolak Pertemuan Surat Audensi Elemen Masyarakat Dengan Tidak Hormat.

BEnews.co.id, Tanjungpinang – Aliansi Darurat Demokrasi Indonesia (ADDI) yang terdiri dari gabungan elemen masyarakat Kota Tanjungpinang, terpaksa harus menelan PIL Pahit. walau sudah mengirimkan digelarnya audiensi secara terbuka kepada Walikota Tanjungpinang, Hj.Rahma.S.Ip, gagal dilaksanakan. (Senin,19/7).

Rahma tak (lagi) Ramah

Keinginan audiensi terbuka yang digelar oleh aliansi tersebut harus kandas, pasalnya mereka menolak untuk diselenggarakannya audiensi diruangan yang telah disediakan oleh Pemko Tanjungpinang untuk di gelar.

IMG 20210719 223809
Aliansi Darurat Demokrasi Indonesia (ADDI) yang terdiri dari gabungan elemen masyarakat Kota Tanjungpinang, terpaksa harus menelan PIL Pahit.

Pemerintah Kota Tanjungpinang sendiri, walau sudah menyiapkan tempat untuk test antigen guna mengikuti protokol kesehatan, sebelum pelaksanaan Pertwmuan dilaksanakan dalam situasi masa PPKM Darurat.

BACA JUGA:  Galian tanah Ilegal Marak di Kawasan PTPN II, desa Sena Batang Kuis

Dalam audiensi tersebut, peserta yang hadir rencananya meminta walikota mendengarkan tuntutan mereka dalam forum terbuka (luar ruangan), namun hingga pukul 14.10 WIB audiensi tersebut tidak kunjung dilaksanakan karena peserta menolak dilaksanakan didalam ruangan kantor Walikota Tanjung Pinang.

Terkait ditolaknya audiensi di ruangan terbuka oleh Walikota Tanjungpinang, Salah satu peserta yang akan ikut audiensi yaitu Ketua Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (JPKP) Kota Tanjungpinang, Adiya Prama Rivaldi, mengaku pihaknya datang ke kantor wali kota tidak ramai. Melainkan beberapa orang saja karena kondisi sedang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Dan kami juga hanya ingin audensi terbuka bersama pemimpin kami tapi kami malah di sambut dengan banyak aparat yang berjaga.

BACA JUGA:  Tampil di RRI dalam Dialog Lintas Tanjungpinang Pagi, Danlantamal IV Jawab Berbagai Issu

“Kami kecewa. Ibu Rahma tak (lagi) Ramah, Kami masyarakat Tanjungpinang ingin bertemu pemimpin kami, tapi pemimpin kami tidak mau bertemu,” guman Aldi kecewa.

Selain itu, ia juga menyesalkan tindakan yang diambil oleh pegawai Pemkot Tanjungpinang yang membiarkan massa ADDI terbengkalai duduk di lantai halaman kantor wali kota, “Kita seperti ayam kehilangan Induk, tak memiliki pemimpin untuk mengadu,” sesalnya.
“Mereka malah menyuruh kami rapid antigen dahulu baru boleh masuk. Lalu mereka berkata ini rumah kami jadi teman-teman harap mengikuti prosedur kami. Padahal ini rumah rakyat, dibangun dari uang rakyat. Kenapa seolah-olah macam bangunan privat (pribadi) milik Rahma,” kesal Adi.(Adie Wilmar)

BACA JUGA:  Rahma Bersama Forkopimda Tinjau Vaksin Gurindam 12 Korem 033/WP
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -Logo
https://youtu.be/Mu0GJXRRicY
Stay Connected
Must Read
- Advertisement -Iklan
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here