banner 728x250

Pushpa Desak Tangkap dan Jemput Paksa JS

banner 468x60
Sumut | BENEWS.co.id – Pushpa desak Tangkap dan Jemput Paksa JS dengan kejadian Ulah tak bermoral yang mempertontonkan alat kemaluan, JD seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Kecamatan Kotarih, Kabupaten Sergai, tak menyangka kalau sikap arogannya malah membuat celaka dirinya. Dari pemecatan dan bahkan sampai masuk kerangkeng polisi sudah mengancamnya di depan mata.

“Tangkap dan Jemput Paksa JS” desak Muslim Muis SH MH, selaku Ketua Pusat Studi Pembaharuan Hukum dan Peradilan (Pushpa) kepada aparat kepolisian, khususnya Polres Sergai. Karena apa yang telah dilakukan JS selaku ASN mengandung unsur pidana.

Pushpa Desak Tangkap dan Jemput Paksa JS

banner 336x280

Atas perbuatannya, JS dijerat Pasal 36 jo Pada 10 Undang – undang nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi yang berisi: “Orang yang mempertontonkan diri atau orang lain dalam mempertunjukkan atau dimuka umum yang menggambarkan ketelanjangan, eksploitasi seksual, persenggaman atau yang bermuatan pornografi lainnya.”

Pushpa Desak Tangkap dan Jemput Paksa JS
Pushpa Desak Tangkap dan Jemput Paksa JS

Atau Pasal 261 KUHP yang berisi barang siapa yang menyediakan bahan atau perkakas yang diketahuinya digunakan untuk melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 253, atau dalam pasal 260, dihukum penjara selama lamanya sembilan bulan atau denda sebanyak banyaknya Rp 4.500.000. Kata Muslim Muis.

“Mempertontonkan atau menunjukkan alat vital itu murni pidana. Selaku oknum ASN, JS sudah melanggar kode etik sebagai abdi negara yang makan gaji dari rakyat. Tak itu saja, tindakan yang tak senonoh dilakukannya itu murni melanggar pidana. Polisi harus segera menangkap JS, kalau bisa malam ini juga dijemput paksa dari rumah. Ini perbuatan amoral, tak sedikit masyarakat sipil yang tersandung kasus pornografi, apalagi dia seorang oknum ASN lebih paham hukum dan aturan yang tak seharusnya tak bertindak bodoh karena ingin menunjukkan power kepada warganya sendiri.,” ujar Muslim pada wartawan saat dikonfirmasi, (31/1/2022).

Dengan ditujukannya alat vitalnya, sudah wajib polisi harus bergerak cepat karena disini ada unsur pidana murni. Diminta polisi dalam hal ini tanggap dengan apa yang terjadi, khususnya Kapolres Serdang Bedagai, jangan tunggu ada laporan dulu baru bergerak. Jika sudah tersandung kasus hukum otomatis JS dipecat dari ASN nya.

“Diminta Kapolres Sergai bertindak cepat, atau bahkan Kapolda Sumut sekalipun. Karena ini kasus serius loh, pornografi yang dilakukannya oleh seorang oknum ASN yang berpendidikan dan sudah pasti paham soal hukum.

Dipidanakan dulu si JS, sudah pasti otomatis pemberhentian tidak hormat alias dipecat sebagai ASN oleh Bupati Sedang Bedagai akan dilakukan sebagai sanksi perbuatan arogannya yang mencoreng nama baik ASN.

Bupati pimpinannya, kalau masih tutup mata dalam hal ini gawat lah dunia persilatan. Kasus yang sudah viral di media kalau masih dibela juga berarti perlu dipertanyakan. Kenapa Sekda, Kadis Kominfo dan bahkan Bupatinya tutup mata dan tutup telinga? Ada apa ini?” ujar Muslim Muis menutup kata. *(Rizky Zulianda)*

banner 336x280
banner 120x600

Leave a Reply