banner 728x250

Pukul Wajah Sampai Berdarah

Ahli Waris Laporkan PTPN2 ke Polisi

Ahli Waris, Kelompok Masyarakat Melayu Tanah Suguhan (MMTS)
Ahli Waris, Kelompok Masyarakat Melayu Tanah Suguhan (MMTS)
banner 468x60

Deli Serdang | BENEWS.co.id -Kisruh antara PTPN 2 dengan Ahli Waris, saat Kelompok Masyarakat Melayu Tanah Suguhan (MMTS) hendak melakukan penanaman ribuan batang Pohon di tanah Sengketa antara  PTPN 2 dengan MMTS, di Jalan Sultan Serdang Desa Dalu X A,Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara, minggu (19 Juni 2002)

Pukul Wajah Sampai Berdarah
Pukul Wajah Sampai Berdarah, Ahli Waris Laporkan PTPN2 ke Polisi.

Pihak Ahli Waris dari Kelompok MMTS Melapor ke Polresta Deli Serdang, salah satu dari pihak Ahli Waris merasa telah menerima tindakan penganiayaan berupa Pemukulan terhadap dirinya.

Ahli Waris Laporkan PTPN2 ke Polisi
Ahli Waris Laporkan PTPN2 ke Polisi.

Pelaporan dengan Surat Tanda Terima Laporan dengan Nomor : STTLP/ B / 323 / VI / 2022 / SPKT / Polresta Deli Serdang / Polda Sumut, terkait Tentang Peristiwa Pidana UU Nomor 1 Tahun 1946 Tentang KUHP Pasal 351 KUH-Pidana 19 Juni 2022

banner 336x280

Pelapor atas Nama Effendi Warga Dalu X A , adalah salah satu yang menganggap dirinya Ahli Waris dalam Sengketa Kelompok Masyarakat Melayu Tanah Suguhan/MMTS dengan Pihak PTPN 2

Effendi (Pelapor) menjelaskan, dirinya melaporkan Pihak PTPN 2 ke Polresta Deli Serdang, dikarenakan telah dipukul oleh pihak PTPN 2 dibagian wajah, hingga mengalami pendarahan.

Pihak yang Berwajib agar segera Menangkap Pelaku Pemukulan terhadap dirinya yang diakuinya dilakukan pihak PTPN 2.

Penjelasan dari PH ataupun Kuasa Hukum dari Ahli Waris dari Kelompok MMTS yaitu OK Hendri Fadlian Karnain SH tentang Kliennya melaporkan pihak PTPN 2 ke Polresta Deli Serdang, mengakui telah membuat laporan polisi.

Benar terjadi kekisruhan dilahan hari minggu tanggal 19 Juni 2022 sekitar pukul 16.30 wib, hal ini terjadi karena Warga merasa keberatan poskonya dirusak, jalan masuk ke tanah mereka juga mau dipagar pihak PTPN2, Aksi PTPN2 menutup pagar ini sebagai bentuk Perampasan Hak Warga Pemilik Tanah Suguhan, disaat warga akan bercocok tanam ditanah suguhan ini, begitu pula PTPN2 memagarnya.

“Ini Negara hukum, jadi apapun permasalahan tanah suguhan ini kita tunggulah putusan yang INKRAH dari pengadilan nanti, karna kita sedang Bersidang”,ujarnya

Namun Pihak PTPN2 melalui Humasnya Rahmat Kurniawan saat dimintai tanggapannya dari pesan Whatsap,hingga sampai Berita ini ditayangkan belum memberikan penjelasan.

Laporan : Rizky Zulianda

 

banner 336x280
banner 120x600

Leave a Reply