BerandaKepriBatamPT.Moya Dituding Tidak Profesional Dan Berkomitmen.

PT.Moya Dituding Tidak Profesional Dan Berkomitmen.

- Advertisement -spot_img

BEnews.co.id, BATAM. Kisruh “Melonjaknya” tagihan air yang dilakukan PT Moya Indonesia memicu rasa ketidakpercayaan dan memantik desakan agar BP Batam sebagai Regulator Penyedia Air Bersih di Batam segera mengevaluasi, bahkan menghentikan kerjasama pengelolaan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Batam dengan PT.Moya Indonesia.

IMG 20210106 141023
Kantor Pelayanan PT Moya di Batam Center

Juanda dari Forum Komunikasi Hallo Batam (FKHB) Kepada BEnews.co.id mengungkapkan kekecewaannya atas sikap tidak komitmen dan profesional yang ditunjukkan PT Moya Indonesia.

IMG 20210127 WA0016
Kepala BP Batam. HM.Rudi saat Menandatangani Kerjasama Pengelolaan Air Minum Batam dengan PT Moya Indonesia

“Kita jadi bertanya, apa urgensinya PT.Moya ditunjuk sebagai pengelola SPAM kota Batam menggantikan PT ATB, Sebaiknya di kaji ulang dan bila perlu dikembalikan kepada ATB saja,” ujarnya kesal.

Seperti diberitakan Sebelumnya, Komisi I DPRD Kota Batam sudah mengultimatum pihak pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), untuk tidak melakukan penagihan kepada konsumen yang terdampak tagihan meroket apalagi dengan memaksa segala, mununggu harus dituntaskan dulu masalahnya, baru ada pembayaran, khususnya bagi yang terdampak tagihan meroket.

BACA JUGA:  Harga Minyak Goreng Melambung, Kemenag Ungkap Penyebabnya
IMG 20210127 WA0015
tagihan melejit dari warga yang diposting di medsos

Ultimatum DPRD itu juga terhadap ancaman pemutusan sambungan air minum bagi pelanggan yang terdampak meroketnya tagihan itu.Selain Komisi I, II dan III DPRD Batam, Kepala Ombudsman Kepri, Lagat Siadari juga sudah menegaskan warga yang mengalami pembengkakan tagihan pemakaian air minum, agar menunda pembayaran sebelum kelar keresahan konsumen soal tagihan meroket itu.

BACA JUGA:  Dr.Ir.Lukita lebih memiliki Visi jelas

Namun apa yang ditegaskan DPRD Batam dan Ombudsman Kepri, tampaknya dianggap angin lalu saja oleh BP Batam dan PT Moya Indonesia sebagai operator pengelola SPAM.

“Tak ada kata lain bagi BP Batam-PT Moya, tak mau tahu atas tagihan meroket, tetap saja ditimpakan menjadi kesalahan masyarakat,” ujarnya.

Ditambahkan Juanda, Rabu lalu (20/01) deadline pembayaran tagihan bulan berjalan. Jika tak ada penyelesaian hingga kini, Rabu (27/1), sanksi denda mengancam mereka bahkan pemutusan sambungan, tapi PT.Moya Malah nga ada sama sekali memiliki itikad baik menyelesaikan keluhan yang disampaikan masyarakat.

Dijelaskannya, Padahal Rabu (20/01) siang pun masih dilakukan RDP oleh Komisi III DPRD Batam memberi kesempatan kepada belasan konsumen air minum terdampak tagihan meroket yang mengadu ke kantor wakil rakyat itu.Jadi tdak hanya Komisi I, II dan III DPRD Batam. Namun hingga kini Rabu (27/01), satu Minggu setelah RDP, tampaknya tak ada solusi bagi pelanggan air minum yang menjerit dengan lonjakan tagihan pemakaian air.

BACA JUGA:  Kepala BP Batam Bertemu Pendiri Thumbay Group UEA di Dubai.

“Tidak ada cara lain, BP Batam harus evaluasi penunjukan PT Moya sebagai pengelola SPAM air minum di Batam, sudahlah….kembalikan ke ATB Saja, setidaknya selama ini sudah berjalan baik dan kwalitas air sangat bagus,” kata Juanda menyarankan.(PoelMa)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -Logo
https://youtu.be/Mu0GJXRRicY
Stay Connected
Must Read
- Advertisement -Iklan
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here