BerandaHot NewsProyek Lingkar Madani Sadai Diduga Sarat Permainan, Perusahaan Kontraktor Masuk Blacklist LKPP

Proyek Lingkar Madani Sadai Diduga Sarat Permainan, Perusahaan Kontraktor Masuk Blacklist LKPP

- Advertisement -spot_img

BEnews.co.id, BATAM – Proyek pembangunan jalan, drainase dan pendistrian Lingkar Madani Sadai Pasir Putih Batam Center diduga syarat permainan dan dugaan pelanggaran. Proyek BP Batam senilai Rp. 23.590.632.000 merupakan anggaran tahun 2020 tapi realisasi pelaksanaannya di tahun 2021.

IMG 20210218 WA0006
Ketua LSM Kelompok Diskusi Anti 86 (Kodat86), Cak Ta’in Komari.

Cilakanya, perusahaan pemenang tender PT. Multi Sindo Internasional (MSI) dinyatakan blacklist oleh Lembaga Kajian Pengadaan Pemerintah (LKPP), sebulan setelah perusahaan itu dinyatakan sebagai pemenang tender.

” Sepertinya ada yang salah dalam hal ini. Administrasi keuangan pemerintah bulan Desember itu tutup buku. Maka seluruh anggaran yg belum terpakai masuk dalam Silpa. Ini juga Perusahaan pelaksana dinyatakan blacklist oleh LKPP.” kata Ketua LSM Kelompok Diskusi Anti 86 (Kodat86), Cak Ta’in Komari.

BACA JUGA:  VIDEO News : Akhirnya Togu Simorangkir diterima Presiden Joko Widodo

Menurut Cak Ta’in, proyek yang pengerjaannya perlu waktu 6 bulan maka seharusnya dimulai dengan menghitung mundur sampai menjelang bulan Desember. Jika dimulai bulan November maka baru selesai bulan Mei tahun berikutnya. ” Bagaimana ketentuan pertanggungjawaban penggunaan anggarannya. Itu kan bukan proyek multiyears.” Ujarnya.

Mantan staf ahli DPRD Kota Batam itu, menjelaskan aturan pengadaan barang pemerintah itu Keppres no.80 tahun 2003 dan Peraturan Presiden No.16 tahun 2018. ” Semua ketentuan ada di situ, jika proyek tidak mungkin dilaksanakan tahun itu maka harusnya dibatalkan, lalu dianggarkan kembali tahun berikutnya.” Jelasnya.

BACA JUGA:  Sempat Dinyatakan Hilang, Empat Nelayan Batu Belah Berhasil Ditemukan

Lebih lanjut Cak Ta’in menjelaskan bahwa proyek tersebut bukanlah datang tiba-tiba di tengah tahun anggaran, tapi sudah dipersiapkan dari tahun sebelumnya. “Apalagi proyek pembangunan yang sifatnya berkelanjutan dan integrated dengan pembangunan lainnya, tentu sudah direncanakan dengan baik, termasuk ketersediaan anggaran. ” Kenapa dilakukan tender menjelang akhir tahun..? ” tanyanya.

Mengenai perusahaan yang diblacklist LKPP sebutan setelah dinyatakan sebagai pemenang lelang, justru Cak Ta’in mempertanyakan ketelitian panitia lelangnya.

BACA JUGA:  Gubernur Kepri H.Ansar Ahmad,SE.,MM. Lantik Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Natuna terpilih masa jabatan 2021-2024

” keluar nya blacklist terhadap PT. MSI melalui Surat Keputusan No.395/KPTS/Bb 20.6/2020 kan bukan datang ujuk-ujuk. Ada proses mendahului sampai pada keputusan blacklist itu diambil. Jika proses lelang proyek itu memang fair, rasanya tidak mungkin perusahaan yang dalam proses blacklist bisa menang. Arti nya ada sesuatu ini, ada gajah di balik batu lah..!! ” pungkas Cak Ta’in. (Red-BN/Ain)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -Logo
https://youtu.be/Mu0GJXRRicY
Stay Connected
Must Read
- Advertisement -Iklan
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here