BerandaBisnisPolitisasi Banjir di KPLI Kabil, Siapa Bermain ?

Politisasi Banjir di KPLI Kabil, Siapa Bermain ?

- Advertisement -spot_img
Oleh : Azhari Hamid

Terjadinya banjir di KPLI Kabil pada awal April 2021 ternyata masih menyisakan banyak tanda tanya, dimana peran BP Batam sejauh ini memperbaiki tata kelola infrastruktur didalam kawasan KPLI paska kejadian banjir tersebut dan yang lebih menarik adalah sampai dimana sesungguhnya keseriusan Gakkum KLHK menindak lanjuti paska ramai ramai tersebarnya video pembicaraan dengan seseorang yang diduga adalah pemilik kawasan industri Wiraraja yang menyeret nyeret keberadaan Jenderal dalam persoalan Penghentian kegiatan cut n fill yang mereka lakukan dan telah menyebabkan terjadinya banjir pada saat itu di KPLI. Ini preseden buruk atas penegakan hukum yang jelas jelas terjadi di depan mata masyarakat bagaimana arogansinya oknum yang mengaku pengusaha saat penegak hukum melakukan eksekusi atas kesepakatan yang sudah di tanda tangani bersama.

IMG 20210505 WA0009
Kondisi KPLI Kabil saat banjir

Apakah memang Negara harus kalah dengan kelakuan-kelakuan kolutif oknum ini yang berlindung dibalik kekuasaan dan menjadikan pejabat tinggi negara dan partai politik sebagai beking dari usaha usaha yang dia lakukan. Atau apakah para pejabat tinggi di negara ini sudah buta mata dan hatinya menjadi bagian yang kolutif bersama si oknum pengusaha.

BACA JUGA:  Siapa Nilep Raibnya Dana Royalty Gedung Sumatera Promotion Center ?
IMG 20210505 WA0010
Lokasi KPLI Kabil tampak dari udara .

Jangan katakan bahwa ini adalah sebatas upaya upaya dalam mendukung masuknya investasi ke Batam. Jauh panggang dari api jika untuk menarik investasi harus mengorbankan lingkungan dan masalah kesehatan masyarakat.

Apa yang kami perjuangkan saat itu dimana kami masih menjabat sebagai ketua Komite Peduli Lingkungan Hidup Indonesia (KPLHI) Kota semata mata hanya ingin mendudukkan persoalan bahwa ada aktifitas Cut n Fill PT. Wiraraja yang menyebab kan terjadinya banjir di KPLI sehingga pada saat air surut pasti akan membawa banyak meterial limbah B3 nya menuju ke badan air penerima (laut) dan rawa yang ada disekitar KPLI.

Kemudian banyak bermunculan pro kontra atas apa yang kami lakukan. Bagi yang pro kepada kami berarti mereka melihat persoalan ini dengan sangat objektif, sedangkan bagi yang kontra, kami malah bertanya “ada apa dengan mereka?”. Ini murni adalah masalah teknis dan administrasi yang belum clear yang dilakukan Wiraraja. Itu saja. Hentikan kegiatannya dulu, persiapkan segala sesuatu nya dengan baik seperti perizinan dan dokumen dokumen teknis dan lingkungan serta penuhi syarat syarat teknis Cut n Fill. Rasanya simple saja.

BACA JUGA:  Bea Cukai Batam Musnahkan 66,78 Juta Batang Rokok Ilegal

Tapi koq kami melihat sesuatu yang harusnya simpel malah menjadi ruwet bahkan melakukan intervening ke internal KPLHI meminta pengurus pusat untuk memberhentikan pimpinan KPLHI Kota Batam. Gila nya lagi di ikuti dengan membawa nama oknum lain untuk menggantikannya.

Disisi lain ada yang menyoroti kenapa KPLHI pada waktu sebelum terjadinya banjir di KPLI tidak melakukan pengawasan pada kegiatan Cut n fill tersebut. Ini penting juga untuk di diskusikan, bahwa KPLHI yang kami pimpin sangat menjunjung tinggi praduga tidak bersalah, kami dengan tim sebenarnya melakukan investigasi terhadap kegiatan yang nota bene telah melukukan perubahan terhadap bentang alam seluas lebih kurang 20an Ha. Dalam masa upaya pulbaket yang kami lakukan, terjadilah bencana tersebut. Terpaksa kami menyuarakannya karena dampak yang terjadi terhadap KPLI yang nota bene adalah kawasan yang diperuntukkan secara khusus untuk temporary dumping dan pengelolaan limbah B3. Dalam regulasi jelas dinyatakan secara mutlak bahwa kawasan seperti KPLI ini syarat nya tidak boleh banjir. Artinya semua bentuk aktifitas yang terjadi dilingkungan KPLI yang dibangun setelah KPLI ada harus di kerjakan dengan mempertimbangkan dampak yang akan terjadi terhadap KPLI.

BACA JUGA:  DR H Burhanuddin Harahap, S.Ag, M.Pd Wisuda 77 Siswa Program Intensif Tahfizul Quran dan Hadist

Penutup ingin saya katakan bahwa KPLI adalah tempat dimana pemerintah mengkhususkan untuk penimbunan sementara dan pengelolaan limbah B3 harus terbebas dari bahaya dan bencana terutama banjir. Kepentingan masyarakat banyak harus lebih diutamakan. Investasi memang penting, namun jika Investasi yang dibangun tampa melakukan kajian kajian konprehensif tentang lingkungan maka akan sangat merugikan masyarakat. Investasi yang perlu kita dukung juga adalah Investasi bersih yang minim dampak terhadap pekerja dan masyarakat.

Salam satu hati untuk Batam Bersih.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -Logo
https://youtu.be/Mu0GJXRRicY
Stay Connected
Must Read
- Advertisement -Iklan
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here