BerandaBisnisPenambangan Pasir Ilegal di Nongsa Slow, Ada Backing Kuatnya ?

Penambangan Pasir Ilegal di Nongsa Slow, Ada Backing Kuatnya ?

- Advertisement -spot_img

BENEWS.CO.ID.| BATAM – Tak tersentuh Hukum. Komentar beberapa pihak mengomentari maraknya penambangan pasir beberapa titik wilayah Batam,.Kerugian negara dan masyarakat, dengan rusaknya lingkungan hidup, seakan tiada arti dengan kebutuhan pasir untuk mendukung aktivitas pembangunan daerah. menjadi pembenaran.

VIDEO Investigasi

Penambang pasir yang di duga ilegal di jalan gang merdu kecamatan Nongsa ini, kerusakan nampak nyata dikawasan tersebut, jalan aspal berubah seperti jalan tanah berlobang yang disebabkan oleh lalu-lalang mobil truk pengangkut pasir di jalan tersebut.

Capture 2021 10 15 11.44.56
Podok di lokasi penambangan pasir Nongsa.

Meri, salah satu warga yang tinggal dikawasan tersebut kepada BENEWS.CO.ID mengatakan, kalau cuaca panas rumah nya penuh dengan debu akan tetapi, kalau hari hari hujan sepanjang jalan di depan rumah itu penuh dengan lumpur.

BACA JUGA:  Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad Menjadi Pemakalah Utama Seminar Nasional Memperingati Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2021

“Cuaca panas seperti ini penuh dengan debu pak” kalau cuaca hujan berlumpur,” gerutu Meri.Sementara itu kepala dinas lingkungan hidup kota Batam , Herman Rozie, saat di konfirmasi tentang kerusakan lingkungan dikawasan Nongsa, Memilih bungkam. Beberapa kali BENEWS melalui telepon WhatsApp nya tidak menjawab.

Sementara Herman dari aliansi pemerhati lingkungan Kota Batam, mengaku Pertambangan illegal tak berkontribusi untuk pembangunan daerah, karena tidak adanya dana jaminan bagi pemulihan lingkungan dan insentif lingkungan lainnya.

BACA JUGA:  Bright PLN Batam Lakukan Pemutusan Kabel TV Kabel Yang Memakai Aset PLN Batam

“Dampak pengerukan pasir ilegal berpengaruh pada aspek lingkungan, ekonomi dan sosial,” terangnya.Lebih lanjut Herman mengatakan, Dampak terbesar pertambangan pasir ilegal dari aspek lingkungan bisa merusak ekosistem, menimbulkan erosi, membentuk lubang atau cekungan genangan air, longsor, hilangnya vegetasi dan hayati”,katanya.

“Yang namanya ilegal, tentu tidak diawali dengan kajian lingkungan. Tidak memiliki AMDAL atau UKL/UPL. Sehingga tidak memiliki instrumen ekonomi lingkungan hidup.

BACA JUGA:  Polsek Nongsa Amankan 2 Pelaku Pencurian

Penambangan pasir juga berdampak peda kehidupan sosial. Efek pertambangan bisa menimbulkan kegaduhan antarpihak, bahkan berujung pada proses hukum.

Karena kegiatan atau usaha pertambangan pasir tersebut tidak dilakukan sesuai kaidah-kaidah lingkungan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku,” bebernya.

“Maka Dari itu penegak hukum harus menertibkan penambang pasir ilegal ini, pelakunya kenapa berani melakukan aktifitas tersebut tanpa kendala, layak dipertanyakan kenapa dan milik siapa, apa benar karena ada orang kuat dibalik aktifitas penambangan pasir tersebut ?,” pungkasnya.(Ardie.w)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -Logo
https://youtu.be/Mu0GJXRRicY
Stay Connected
Must Read
- Advertisement -Iklan
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here