BerandaHot NewsPembunuh Wartawan Musuh Kita Bersama

Pembunuh Wartawan Musuh Kita Bersama

- Advertisement -spot_img

Forum Pers Independent Indonesia

IMG 20210620 WA0006

Catatan : Wesly H Sihombing.

TINDAKAN menghabisi nyawa orang, merupakan kejahatan berat. dengan alasan apapun, tidak dapat dibenarkan, tetaplah melanggar hukum, tidak dibenarkan di Negara Republik Indonesia.

Publik dikejutkan, terutama kalangan Jurnalis di Indonesia, dengan kematian Mara Salem Harahap dengan cara yang cukup tragis, tewas didalam kenderaannya, dengan luka tembak.

Mara Salem Harahap, yang diketahui merupakan Pempin Redaksi salah satu media online di Sumut, tepatnya di Siantar Simalungun.

Publik tersentak. kalangan jurnalis mungkin tidak banyak yang mengenal sosok Almarhum, Mara Salem Harahap atau yang sering disapa Marsal, tetapi publik geram, jurnalis di seluruh Indonesia marah. Tercermin dari postingan di Medsos, baik Facebook, Group WhatsApp, jurnalis mengecam, memaki pelaku penembakan yang sampai saat ini belum tertangkap, serta meminta Aparat Penegak Hukum mengungkap motif dari peristiwa ini, apakah berkaitan dengan karya jurnalistik dari tulisan Marsal? Atau, karena urusan pribadi? Perlu diungkap secara tuntas agar tidak menjadi informasi liar dan menimbulkan keresahan ditengah-tengah masyarakat. Semua kita menunggu proses pengungkapan yang dilakukan aparat penegak hukum.

BACA JUGA:  DPP IKMA Laporkan KEJARI Asahan kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara

Dari perspektif Hak Azasi Manusia, menghilangkan nyawa orang lain dengan cara-cara melanggar hukum, sebagaiman diatur dalam Pasal 4 UU No. 39 Tahun 1999 Tentang HAM.

Bila peristiwa sadis ini terungkap adanya “Dalang” yang memerintahkan penembakan dikarenakan tulisan karya jurnalistik Marsal, Penulis berharap, adanya penegakan hukum tegas dengan menghukum mati, siapapun pelaku dan motifnya.

BACA JUGA:  Puluhan Tahun Menjadi Supplayer Bahan Mentah ke Singapore, Demi Bertahan di Masa Pandemi Terpaksa Jualan Tissue

Dalam Pasal 18 UU Pers No. 40 Tahun 1999 menyatakan, ancaman pidana bagi penghambat dan penghalang pelaksanaan fungsi, hak, kewajiban dan peranan pers, sebagaimana Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3.

Terbunuhnya seorang wartawan boleh dimaknai secara psikologis sebagai intimidasi fungsi, hak, kewajiban dan peranan Pers Nasional, membungkam demokrasi, penggelapan kebenaran. Oleh karenanya, pembunuh wartawan adalah musuh bersama umat manusia. Dan sangat wajar bila seluruh masyarakat berharap kepada pengungkapan kejadian ini secara tuntas dari aparat penegak Hukum kita yang sedang berupaya menyusuri latar belakang dan pelaku tindak pidana yang menyebabkan terbunuhnya Mara Salem Harahap, yang diketahui merupakan Pempin Redaksi salah satu media online di Sumut, tepatnya di Siantar Simalungun.

BACA JUGA:  Ketua LPM Kota Medan Resmi Dijabat M.Hery

Penulis adalah :

  • Seknas Forum Pers
    Independent Indonesia
    (FPII)
  • Asesor (Penguji)
    Lembaga Sertifikasi
    Profesi (LSP) Pers
    Indonesia – BNSP
  • Wapemred Media
    Berita Investigasi.com
  • Kaperwil Media
    Jagakampung.com
  • Kaperwil Media
    Srikandi News.com
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -Logo
https://youtu.be/Mu0GJXRRicY
Stay Connected
Must Read
- Advertisement -Iklan
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here