BerandaHot NewsNek Penuh Suku Laut dari Pulau Bertam. Sekujur Kulit Tubuhnya Melepuh Terkelupas,...

Nek Penuh Suku Laut dari Pulau Bertam. Sekujur Kulit Tubuhnya Melepuh Terkelupas, Akhirnya dirujuk ke RSBP Batam

- Advertisement -spot_img

BENEWS.CO.ID.BATAMAku menunggu kabar dari Rudi, anak nek Penuh yang sakit kulit melepuh sekujur tubuhnya dari mulai muka hingga ke kaki. Kemarin kusalamkan uang kepada pak Jaga suami nek Penuh.

Video News.

Suami isteri yang sudah tua renta itu, tak bisa lagi melaut. Sebagai nelayan yang menetap tinggal di pulau Bertam. Ini untuk ongkos beli minyak naik boat besok ke Puskesmas Belakang Padang. Ucapku.

FB IMG 1632149518199 1
Kendala dalam perjalanan, Ketika solar kapal ambulance kehabisan minyak.

Pak Jaga mengangguk, disaksikan anak bungsunya, Rudi yang sudah berkeluarga punya tiga anak. Selama ini makan minum dan lain lain, kedua anaknya lelaki yang sudah berkeluarga itu yang menopangnya.

FB IMG 1632149508115
nek Penuh dibawa dengan boat Ambulans Laz

Namun dua pekan yang lalu putra sulungnya Tata, meninggal dunia mendadak. Seharusnya sudah dua bulan yang lalu nek Penuh harus kontrol ulang ke Puskesmas di Belakang Padang. Tak ada ongkos pak. Ujar Rudi, yang bekerja terkadang menjemur ikan bilis itu, untuk mensyarah hidupnya.

FB IMG 1632149510793
nek Penuh terpaksa dipapah ketika di rujuk ke RSBP Batam

Hutang kesana kemari, hutang lama belum pun terbayar, emaknya nenek Penuh sepanjang hari mengerang. Dia tak bisa lagi tidur terlentang, kulit bagian belakang tubuhnya mengelupas, seperti tersiram air panas, macam berair.

Seorang teman simpati hendak membantu biaya pengobatan nek Penuh. Transfer kemana pak Imbalo katanya setelah membaca postinganku. Belum lama pak Aznan Taufiq yang tinggal di daerah Sukajadi Batam center itu menghubungiku.

BACA JUGA:  Sembako untuk Laili dan Keluarga Muallaf di Dapur Enam Rempang Galang

Syarifuddin ketua Lembaga Amil Zakat (LAZ) Batam menghubungiku pula. Kita siapkan Ambulance Laut pak haji katanya padaku. LAZ Batam ini punya ferry khusus sebagai ambulance Laut.

Kami berunding, kita tidak usah ke Puskesmas Belakang Padang lagi kalau hanya sekedar ambil rujukan ujar Lelaki asal Sulawesi ini. Dari Telaga Punggur ke Bertam dari Bertam mobil Ambulance stand by di Senggulung, kita evakuasi nek Penuh langsung ke RSUD.

Kalau pihak Puskesmas keberatan, soal biaya BPJS untuk rakyat miskin itu tak mau bayar kita bayar sendiri saja. ujar Syarifuddin tegas.

Suaraku parau hingga tak sanggup mengucapkan kalimat, aku terisak tersekat ditenggorokan, aku sungguh terharu, mengingat melihat kelap kelip mata nek Penuh menahan sakit.

Setelah kuhubungi pak Aznan Taufik, kalau nak bantu, nanti saja setelah nek Penuh sudah di rawat di rumah sakit. ujarku padanya.

Lelaki seorang pengusaha pengembang ini mengerti setelah kujelaskan. Pak haji ikut ya. ajak Syarif lagi. Duduk manis dalam ferry ambulance saja katanya.

Dia tahu emosiku tak stsbil. Tensiku masih lumayan tinggi 190/130. Namun begitu kuiyakan saja ajakan mereka. Tiba di dermaga KPLP Telaga Punggur, minyak pula harus dibeli.

BACA JUGA:  Akhirnya pak Samiun dan Laili Anak Beranak Suku Laut dari Dapur Enam Rempang itu Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat

SPBU paling dekat tak jauh dari tempat pembuangan akhir sampah. Tak mungkin pula kapal ambulance laut itu dibawa ke sana, sementara pakai jerigen tak boleh mesti ada izin khusus.

Sedang kami kasak kusuk mencari minyak premium, ustadz Hakim dari Bertam menghubungi. Orang dari kelurahan sudah datang ke Bertam, mereka bilang ambulance laut dari puskesmas akan segera datang.

Jadi pak Imbalo sepertinya tak payah nak datang lagi ke Bertam. Mereka saja yang ngurus. kata Ustadz Hakim. Ya sudah kalau begitu, tapi mastiin mintak bicara sama orang kelurahan itu. ujarku. Iya pak kami dapat perintah langsung dari pak Camat tentang masaalah ini. ujar staf kelurahan yang bernama Andi itu sengaja datang dari pulau Kasu Pergi ke pulau Bertam.

Pak Camat entah dapat kabar dari mana soal nek Penuh ini. Ucapnya lagi. Perut pun sudah lapar, kami makan di warung dekat laut dermaga KPLP Telaga Punggur. Masuk lagi telpon dari Andi, mengabarkan ambulance laut puskesmas Belakang Padang tidak ada ditempat. Sedang dipakai.

Kami beli empat jirigen minyak kapasitas 30 liter dengan harga sekitar 300 ribu seliternya. Kami berangkat, menuju Bertam. Melalui Jembatan satu Barelang, Tanjung Uncang. Kami bertemu dengan spead boat staf kelurahan itu yang didalamnya ada nek Penuh dan pak Jaga.

BACA JUGA:  TIM Gabungan Bentukan KAPOLDA Kepri Bergerak Cepat

Takut air surut jawabnya ketika kutanya kenapa nek Penuh disuruh berjalan. Tak bisa kubayangkan pinggang nenek itu saja tersentuh sakit dan perih. Tertatih tatih ia melangka di gendong dari bot pancung ke kapal Ambulancu.

“Sakit, sakit, sakit ucapnya berulang ulang saat diangkat ke tempat tidur yang tersedia di ambulance kapal itu. Dia tak bisa telentang hanya miring ke kanan. Bagian tubuh belakangnya, lecet dan terkelupas. Ya Allah perihnya pikir.

Di pelabuhan Senggulung telah stand by Rudolf dengan mobil ambulance kami menuju Rumah Sakit Otorita Batam, disana sudah menunggu paramedis dari Puskesmas Belakang Padang. Tidak jadi ke RSUD.

“Terima kasih kawan yang telah membantu perjalan kami, Terima kasih pak Camat Belakang Padang, Kelurahan Pecung. Puskesmas Belakang Padang, masyarakat di pelabuhan Senggulung. Terima kasih khusus untuk LAZ Batam dan jajarannya. Yang telah memfasilitasi perjalan kami dari Punggur, Bertam, Senggulung ke RS OB. Semoga Allah yang membalasnya.(***)

Sumber : Imbalo batam

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -Logo
https://youtu.be/Mu0GJXRRicY
Stay Connected
Must Read
- Advertisement -Iklan
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here