BerandaBisnisNasi Arab dan Teh Tarek Sultan di Cafe Resto Masjid Jabal Arafah...

Nasi Arab dan Teh Tarek Sultan di Cafe Resto Masjid Jabal Arafah Nagoya Batam

- Advertisement -spot_img
KISAH | BENEWS.co.id – Nasi Arab. Sudah lama rasanya tak makan nasi beras basmati yang dimasak dengan rempah rempah khas Arab dan India seperti Kapulaga. Puas dan meriah. 

Terakhir sebelum covid nelanda berminggu aku di India, Nyaris setiap hari makan nasi briyani. Tak bosan rasanya.

Awal 2020 belum lagi ada PPKM dan sejenisnya sebulan bersama kawan dari Kedah Pulau Pinang Malaysia kami mengelilingi Hampir seluruh provinsi di Sulawesi dari Makasar safari hingga ke Manado.

Nasi Arab dan Teh Tarek Sultan di Cafe Resto Masjid Jabal Arafah Nagoya Batam
Kami sudah jual lho Yah kata Azhari padaku. ya di Cafe Teh Tarek Sultan di komplek Masjid Jabal Arafah Nagoya Batam Center. (Photo : Imbalo Iman Sakti).

Aku sempatkan di Kia Kia Surabaya gagasan Dahlan Iskan belok ke kiri menuju Ampel banyak penjual nasi Arab. Kupuaskan makan disitu..tarifnya tak mahal seduailah dengan kantongku.

Nasi Arab dan Teh Tarek Sultan di Cafe Resto Masjid Jabal Arafah Nagoya Batam
Imbalo Iman Sakti : Kami mampir sengaja makan siang untuk menikmati nasi Arab di Masjid Jabal Arafah

Di Johor pun banyak penjual nasi Arab dan Briyani. Tapi di Batam agak lah kurang. Beberapa tahun lalu di depan masjid Bukit Indah Suka Jadi ada menjual nasi dari beras BasMati ini. Kutau penjualnya langgananku mereka selalu membeli daun mint pepermint pudina orang malaysia sebut dariku Termasuk Group matabak Har.

BACA JUGA:  Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad Telah Menyurati Menteri Perhubungan RI

Aku punya kebun daun mint ditanam secara Hidroponik…Daun mint konon pelembut beras basmati itu atau campuran rempah rempah masakan Arab dan India tadi.

Kepingin sekali menikmati Nasi Arab kataku pada Ali ponakanku Guru SMP 41 Batam itu. Biasanya aku ke Johor. Tapi maklum covid tak boleh rentas sempadan.

Kami sudah jual lho Yah kata Azhari padaku. ya di Cafe Teh Tarek Sultan di komplek Masjid Jabal Arafah Nagoya Batam Center. Jelasnya lagi.

Tengah hari itu sepulang dari pulau Tanjung Sauh Punggur kami mampir sengaja makan siang untuk menikmati nasi Arab Di masjid Jabal Arafah.

Tiga pinggan satu Nasi Daging Sapi satu Nasi Daging Kambing yang satu lagi Nasi daging ayam.

Ada daging unta tanyaku pada April pelayan disitu. Dia tahu aku bercanda. Lagi di kontiner di pelabuhan ya jawab Azhari. Di Thailand menu daging unta tersedia lho kataku.

BACA JUGA:  PMI Batam Lakukan Donor Darah Plasma Konvalesen Untuk Pasien COVID-19

Tiga gelas teh tarek Sultan. karena agak panas kutambah sedikit es agaklah sejuk sikit saat ku minum.

Ilmi lelaki keturunan Arab asal Yaman yang besar di Jakarta sang juru masak mendampingi kami.

Jadi kokinya benar keturunan orang Arab lelaki yang belum genap berusia 40 tahun ini kulitnya putih hidungnya saja yang rada mancung. Eeee isterinya malah boru Sinaga gak keliatan mukanya maklum pakek Cadar. Isteri orang Arab kan???!!!.

Ilmi ini teknisi pesawat Garuda lho kata Azhari, Tangan dan jari jari tangannya dikembangkan dan dihamparkannya kehadapanku. Membuktikan kalau dia mekanik pesawat terbang dan dia yang meracik nasi Arab yang kami santap. Kenapa agak mahal dari nasi padang yah semua di import bumbu nya tok katanya padaku.

Daging dombanya pun import. kapulaga hijo dan lain lain semua dari luar. Berasnya hampir dua kali lipat dari beras yang kumakan sehari senyumku. Tapi namanya kepengen ya dibeli. ya…

BACA JUGA:  Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris Bantah Adanya Penjualan Pulau Di Anambas

Kami yang supply catering pesawat terbang tok kata Ilmi lagi. Ini lagi siap siap buka cabang di daerah Tiban ujarnya. Dekat Tiban tiga tak jauh dari pompa bensin. Jadi orang Tiban Sekupang tak jauh jauh ke Nagoya ya.

Selamat sukseslah Ilmi ucapku, juga pada bang Azhari. Mungkin waktu ke Makkah keluar dari pintu Masjidil Haram dekat hotel yang jam diatas ya itu arah ke tempat bus stop ngantar jamaah haji dari tempat penginapan di kios dan ruko itu banyak jual Nasi Arab, agak gitulah rasa nasi Arab resep warisan keluarga Ilmi asal Yaman ini.

Kai fahaluk kataku pada Ilmi, nah mampus aku entah apa apa jawabnya dalam bahasa Arab aku pun tak tahu. Terakhir ilal liqo. Kami tinggalkan Resto Cafe Jabal Arafah itu. Jamaah yang bawak anak masih ramai terlihat. Pohon korma disitupun sudah besar besar.(***)

Sumber : Imbalo Iman Sakti

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -Logo
https://youtu.be/Mu0GJXRRicY
Stay Connected
Must Read
- Advertisement -Iklan
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here