BerandaTNI & PolriKriminalModus Cashback Besar, Oknum Marketing Bank Sikat Uang Nasabah

Modus Cashback Besar, Oknum Marketing Bank Sikat Uang Nasabah

- Advertisement -spot_img
Surabaya | BENEWS.co.id – Seorang Oknum Marketing Bank terkenal, dengan Modus cashback besar, nasib naas menimpa ibu dan anak warga Surabaya bernama Erna dan Indira. Menabung /investasi di Bank dengan maksud mendapat keuntungan malah jadi buntung. 

Uang yang disetor melalui anisa Farida,marketing bank tidak dimasukan malah di ambil sendiri oleh Anisa Farida Yuniarti, warga Pepelegi, Sidoarjo.

Merasa ditipu, akhirnya mereka melaporkan Anisa ke Polda Jatim pada 12 Desember 2019 silam, dan menerima Surat Tanda Lapor nomor: TBL/58/ XII/2019/Sus/Jatim, tentang tindak pidana yang diatur dalam pasal 49 ayat 1 huruf a dan b, dan ayat 2 huruf b Undang Undang No. 10 tahun 1998 perubahan atas Undang Undang No.7 tahun 1992 tentang Perbankan.

Modus Cashback Besar, Marketing Bank Sikat Uang Nasabah
Erna dan Ibunya Indira, Didampingi kuasa hukumnya, Dodik Firmansyah, S.H., dan Abdul Rauf AT, S.H., dari kantor hukum D. Firmansyah

Didampingi kuasa hukumnya, Dodik Firmansyah, S.H., dan Abdul Rauf AT, S.H., dari kantor hukum D. Firmansyah jalan Peneleh 128, Surabaya. Indira dan Erna menyampaikan ke media ini, bahwa mereka telah ditipu Anisa, sebesar Rp 1,2 Milyar.

“Uang kita yang masuk adalah Rp. 800 juta, dan ditotal dengan Cashback yang kita terima dan masukan lagi ke Bank dengan total Rp 1,2 Milyar,” ujar Indira. Rabu (17/11/2021) siang.

BACA JUGA:  5 Tahanan Kabur, Kepala Ombudsman Abyadi Siregar Datangi Rutan BNN.

Kesempatan itu, Erna, ibunda dari Indira, menerangkan kronologi kejadian mereka telah ditipu hingga Milyaran rupiah.

Erna mengawali kejadian yang menimpanya. Berawal dari tahun 2017, dirinya ditawari Anisa menabung di Bank tempatnya bekerja, sebagai. Dengan iming iming dapat program bunga yang bagus. Akhirnya saya titipkan uang Rp 100 juta ke Anisa untuk menabung. Dan saya dapat buku tabungan bank bersangkutan tercatat uang Rp 100 juta,” ujar Erna.

“Berselang beberapa lama, saya di tawari lagi, tapi dengan catatan tidak boleh membuka tabungan atas nama yang sama. Karena iming-iming dapat cashback yang besar akhirnya saya titipkan uang itu ke Anisa atas nama anak dan  saudara saya.

Dan Anisa memberikan beberapa buku tabungan bank juga,” ujar Erna. Erna menjelaskan bahwa uang mereka dalam kurun waktu 2017 hingga 2019 dititipkan ke Anisa untuk ditabung di Bank yang sama dengan harapan membantu Anisa mendapatkan nasabah dan iming-iming mendapatkan cashback.

“Total seperti dijelaskan anak saya Rp. 800 juta, dan beberapa kali saya dikasih cashback sama Anisa, dan dengan bujuk rayunya uang cashback saya masukan lagi ke Bank melalui Anisa. Dan total semuanya Rp 1,2 Milyar,” ujar Erna.

BACA JUGA:  Satreskrim Polresta Barelang Gelar Konfrensi Pers Tindak Pidana Pengeroyokan yang Mengakibatkan Orang Meninggal Dunia

Terkuaknya modus Anisa, mengambil uang nasabahnya, ketika kakak dari Erna yang juga menitipkan uang untuk ditabung di Bank ke Anisa, datang ke Bank seperti tercatat dibuku tabungan, cabang Tais untuk ambil uangnya.

“Kakak saya kaget, ternyata uang yang tercatat di rekening yang diberi Anisa tidak sama dengan nominal di bank. Uang di buku tabungan Rp 150 juta, ternyata di saldo bank hanya Rp 300 ribu,” ujar Erna.

Dengan kejadian itu, Erna juga mengecek uang tabungannya ke Bank yang sama, dan dirinya juga kaget nilai uang di buku tabungan tidak sama dengan saldo bank.

“Saya hubungi Anisa, dan dia bilang meyerahkan diri ke Polisi, dan mengajak ketemuan di Polda. Saat di Polda dia bilang uang sudah habis, dan menyuruh saya laporkan ke polisi.

Saya masih kasihan dan mencoba meminta ia mengembalikan uang saya, akan tetapi hanya janji aja yang diberikan. Akhirnya saya laporkan dia ke Polisi. Dan saya dapat info bahwa Anisa sudah tidak kerja lagi di Bank tersebut,” ujar Erna.

BACA JUGA:  Presiden, DPR, dan Dewan Pers Dipastikan Beri Keterangan di MK

Ditempat yang sama, Advokat Dodik Firmansyah menerangkan bahwa pihaknya akan mengawal kliennya mendapatkan keadilan.

“Kita akan koordinasi ke penyidik Polda Jatim, Kejaksaan dan pihak bank. Dan meminta pihak aparat hukum untuk menahan Anisa,” ujar Dodik Firmansyah. Dodik menjelaskan bahwa kliennya telah mendapat SP2HP dari pihak penyidik Polda yang menyatakan bahwa berkas kliennya sudah lengkap (P21).

“Di Polda Anisa tidak ditahan, saat pelimpahan tahap 2 ke Kejaksaan, kita minta tersangka ditahan,” ujarnya.

Advokat Abdul Rauf menambahkan, pihaknya berharap ada pasal tambahan yang dipakai jaksa selain pasal Perbankan yang diterapkan Polda Jatim. “Saya liat ada pencucian uang didalam modus tersangka sesuai UU nomor 25 tahun 2003 tentang TPPU, dan juga pasal penipuan serta penggelapan. Dan saya harap jaksa  juga menjerat tersangka dengan pasal itu,” ujar Abdul Rauf.

Terpisah, KBP. Gatot Repli Handoko, Kabid Humas Polda Jatim saat dikonfirmasi tentang perkara ini menjelaskan bahwa penyidik akan segera melakukan tahap 2, menyerahkan berkas dan tersangka ke Kejaksaan.

“Sudah P21. Penyidik akan melakukan tahap 2 secepatnya,” ujar Gatot. Rabu (17/11/2021) (Red-ded)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -Logo
https://youtu.be/Mu0GJXRRicY
Stay Connected
Must Read
- Advertisement -Iklan
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here