BerandaDaerahMat Lisa Suku Laut Perajin Pembuat Jong dari Tanjung Gundap

Mat Lisa Suku Laut Perajin Pembuat Jong dari Tanjung Gundap

- Advertisement -spot_img

Ada pesawat tak berawak namanya drone, perahu tak berawak pula namanya Jong.

“Lagi buat apa pak.” Tanyaku pada lelaki separoh baya yang duduk di teras rumahnya di atas air laut di pinggir pantai Tanjung Gundap Batam.

Iya tersenyum padaku, nak ikut lomba, jadi persiapan. jawabnya sembari meletakkan sebatang kayu yang sedang diraut, bentuknya seperti sampan tetapi kecil.

Dan kuangkat, ringan sekali. Nama lelaki itu Mat lisa, tak berbaju hanya berseluar pendek saja, khas lelaki nelayan di kampung yang banyak di huni suku laut itu. Dia beranjak ke luar, selangkah dari tangga rumah panggungnya itu, dah sampai bibir pantai.

BACA JUGA:  Suatu Hari Berkunjung ke Kampung Air Lingka Pemukiman Suku Laut di Kelurahan Galang Baru Batam.

Kalau air pasang bibir pantai itu tergenang air laut. Ini dari kayu Pulai, ringan, yang ini harganya sekitar 200 ribu rupiah katanya menjelaskan, ada layarnya dan ada lagi perlengkapan lain seperti isi Kate dibuat dari kayu sejenis Mentangor.

Dari badan Jong nama sampan kecil untuk lomba itu dihubungkan ke kate dengan kayu. Kate itu semacam penyeimbang kalau layar jong tertiup angin kencang, laju arahnya tak kemana mana. yah macam kemudilah.

Yang ini pula sekitar 500 ribu ujar Ican lelaki muda yang baru selesai dari laut mencoba Jong nya yang baru dibuatkan pak Mat lisa. Mat lisa mertua ican. Ican tak pandai buat Jong.

BACA JUGA:  Kisah Putra, Remaja, Anak Nelayan Suku Laut, Dari Kampung Tua Setengar

Tak semua orang pandai meraut dan membuat Jong. Dalam satu kali pertandingan lomba jong ini hadiah pertama bisa mencapai 200 ribu ujar pak Matlisa. Dia acap menang katanya, sambil tersenyum.

Biasanya tujuh belasan bulan agustus ramai lomba Jong di sekitaran Batam, agak pandemi covid ini lomba itu tak dibuat. Pesanan Jong pun berkurang. Lomba Jong ini satu khas permainan di perairan ke pulauan riau, disamping permainan olah raga air lainnya.

Anak muda pun dah jarang nak belajar buat Jong Kayu pulai pula agak susah dicari. Kusalami pak Mat lisa, badannya tak besar sangat, terlihat ototnya liat dan kecoklatan tua.

BACA JUGA:  Situasi Pandemi COVID-19, Satpolairud Polresta Barelang lakukan Perpustakaan Keliling antar Pulau di Perairan Batam

Kuberikan sehelai sarung pemberian mang Taba Iskandar padanya. Ada selembar sajadah. Pak Mat lisa menjelingku. Aku mengerti, lelaki enampuluhan itu sejak di Gundap tahun 85 an lalu sudah tak islam lagi. Sarungnya pakai, sajadahnya bagi ke menantu ujarku.

Dua menantu pak Mat lisa muslim. Pak Mat lisa tersenyum, kembali membereskan kerjaannya membuat Jong, aku berlalu menuju rumah pak Jantan yang konon sakitnya sudah mulai sembuh. Ada yang mau pesan Jong, jong ini bisa untuk lomba bisa juga lho jadi hiasan semacam souvnir di ruang tengah rumah.

Ada pesawat tak berawak namanya drone, perahu tak berawak pula namanya Jong.

SUMBER : Imbalo Batam

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -Logo
https://youtu.be/Mu0GJXRRicY
Stay Connected
Must Read
- Advertisement -Iklan
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here