BerandaDaerahLokasi Hutan Jati Monumen di Bojonegoro Memiliki 3 Tempat Wisata Perintis Bernama...

Lokasi Hutan Jati Monumen di Bojonegoro Memiliki 3 Tempat Wisata Perintis Bernama BOSETAK

- Advertisement -spot_img

Tak jauh dari berdirinya pohon jati besar tersebut terdapat pula sebuah makam tua yang dinamakan Pertapan

BENEWS.CO.ID, Bojonegoro – Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur, Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Padangan Bojonegoro yang semula tidak ada tempat wisata, di bawah pimpinan Administratur (ADM), Wisik Sugiarto, akan mempunyai 3 tempat wisata di satu kawasan.

IMG 20210923 012116
Wisata pertama adalah Jati Monumen,  Agrowisata, dan pasar Cinderamata

“Berawal dari KPH Padangan, satu satunya KPH di Jawa Timur tidak ada tempat wisata, akhirnya kita akan membuat wisata perintis. hari ini Tim perancangan dari Divre Jawa Timur datang ke lokasi tempat yang akan dijadikan wisata.

Wisata pertama adalah Jati Monumen,  Agrowisata, dan pasar Cinderamata,” ujar Wisik didampingi oleh Waka ADM Padangan, Norimanudin, di kantor KPH Padangan, Rabu (22/9/2021) malam.

BACA JUGA:  KPLHI Dorong Pengusutan Lepasnya Limbah-B3 Dari Kapal ARK Prestige.

Wisik juga menerangkan, keunikan dari wisata Jati Monumen adalah terdapat satu pohon kayu jati yang paling besar diantara kayu jati lainnya, kayu jati besar tersebut berdiameter 557 cm yang ditanam tahun 1857.

Sedangkan Agrowisata akan ada petik pepaya besar California yang diberi nama Gandrung Kates. Dan pasar Cinderamata yang akan ada berbagai cinderamata khas Bojonegoro.

“Pendirian 3 tempat wisata perintis yang diberi nama Bosetak (singkatan dari desa Boti dan desa Sekar) kerjasama Tripatrit antara KPH Padangan, LMDH, dan BUMDes.

BACA JUGA:  BIN Tuntaskan Vaksin Dosis 2 Untuk 5 Ribu Warga Binjai

Dan Lokasi Hutan Jati Monumen terletak di BKPH Kaliaren Barat, RPH Kaliaren, desa Malingmati, kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, dengan luas 99,5 Ha,” ujar Wisik.

“Lokasi menuju Hutan Monumen ini sangat eksotik, khas hutan jati Pulau Jawa. Jalan yang berkelok-kelok dan bentang alam yang relatif landai serta beragam jenis tumbuhan dan hewan, menambah lengkap mata rantai kehidupan sehingga ke depan sangat cocok dijadikan sebagai tempat wisata ilmiah,” pungkas Wisik.

Perlu diketahui, Konon pada masa kolonial Belanda tahun 1857, hamparan pohon jati di wilayah KPH Padangan dibatasi/ dipagari dengan kawat berduri yang kemudian oleh penduduk setempat disebut Hutan Pagar Kawat.

BACA JUGA:  Ratusan Orang Divaksin di Kantor Dishub Batam

Di sekitar daerah ini pula pernah digunakan para pendekar / jawara untuk bersemedi, tempatnya diatas batu besar yang terletak di tepi sungai yang mengalir sepanjang musim.Sampai sekarang diatas batu besar tersebut terdapat bekas tubuh manusia yang sedang bersemedi. Tak jauh dari berdirinya pohon jati besar tersebut terdapat pula sebuah makam tua yang dinamakan Pertapan.

Dengan keunikan akan wisata baru di inisiasi ADM Padangan, Wisik Sugiarto, akan menambah keanekaragaman wisata yang dimiliki Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur yang dipimpin Karuniawan Purwanto Sanjaya. akan menjadi destinasi wisata baru bagi masyarakat untuk dikunjungi.(***)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -Logo
https://youtu.be/Mu0GJXRRicY
Stay Connected
Must Read
- Advertisement -Iklan
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here