Sabtu, Oktober 23, 2021
Google search engine
BerandaHot NewsKisah Putra Penanam Bongkat dari Kampung Setengar bertemu Pak Jokowi di Setokok...

Kisah Putra Penanam Bongkat dari Kampung Setengar bertemu Pak Jokowi di Setokok Batam

Terdengar suaranya nada kegembiraan, pagi itu rencana aku bertemu dengan Putra di depan kantor Kelurahan Pancur. Kami semua diundang bertemu pak Jokowi.

“Jadi hari ini kayaknya kite tak jadilah tok nak ke Cate tu. Putra anak suku laut umurnya sekitar 16 tahun. Tinggal di kampung Setengar. Putra hanya mengecap sekolah SD sampai kelas dua, belum bisa membaca dan menulis.

Sehari hari dia bekerja jadi nelayan membantu orang tuanya kelaut. Beberapa bulan terakhir ini Putra nekerja menanam Bongkat, sehari diberi upah sekitar seratus ribu rupiah. Bongkat itu adalah bibit anak pokok mangrove kayu laut. yang kemarin di tanam pak Jokowi dalam lawatannya ke Batam. 

Seperti yang ditanam pak Jokowi itu, Bongkat seharga 350 rupiah sebatang, kajyu penyanggahnya itu juga sebatang 350 rupiah juga. Sebelum berdaun dua tiga daun, bongkat itu dibibitkan dulu, diikat perlima puluh batang, satu ikatnya 350 rupiah.

BACA JUGA:  Pertamina Akan Pindahkan Penimbunan BBM dari Singapura ke Kepri

Bibit bongkat itu tinggal ngutip di pantai dari pohonnya yang hanyut di bawak arus. Senang sekali Putra diajak ke Pulau Setokok ikut namam bongkat bisa bertemu dengan Presiden.

Dari pagi Putra sudah siap dengan warga yang dipilih RT nya.Dari Kampung Setengar dengan boat mereka menuju jembatan dua Barelang, dari situ dengan kenderaan darat menuju pantai Setokok. Disana sudah menunggu ratusan penaman bongkat dan nelayan dari berbagai tempat.

Tiba saat pak Jokowi masuk kedalam laut. Jauh jarak kami, sekitar enam puluh meter, tak jelas muka pak Jokowi, hari hujan, dia pakai baju penutup kepala.

BACA JUGA:  Rizki Fasial Klaim Perbaikan Ekonomi Nasional Hasil Kebijakan Airlangga

Pak Jokowi agak kepantai kami, berenang agak ke tengah. Agak dua tiga batang yang di tanam pak Jokowi, dah tu dia naik ke atas, terus pulang. Kami dapat bungkusan sembako, lumayan lah Tok kata Putra.

Ada poto sama presiden tanyaku, Jauh pak tak bisa berpoto Tok, lagian tak ade Battery HaPe, Kampung suku laut Setengar itu tak ada sumber listrik, hanya ada satu solar cell, diatas rumah penduduk, dari situlah mereka bisa mengechas HaPe. berganti ganti.

Tak banyak penduduknya, belasan Kepala Keluarga jelas pak RT Ahad. Sebagian pula bekerja di tempat lain. Seandainya rombongan pak Jokowi ke Setengar, akan terlihatlah pantai yang di reklamasi, sekarang sedang ditanami Putra bibit bongkat itu.

BACA JUGA:  Gubernur H Ansar Ahmad bersama Menteri Perhubungan RI Kembali Membahas Pemulangan Ribuan PMI

Bukit bukit yang di traktor untuk perumahan, air hujan dari potongan bukit itu mengalir melalui sungai keruh ke tanaman mangrove di pinggir laut. Susah nak dapat udang sekarang tok ujar Putra. Disitu kami dirikan sebuah surau belasan tahun yang lalu bantuan dari AMCF.

Jadi aku acap kesana. Sudah dua kali kami pasang solar cell ujar teman pak Edy dari pt TEC. Batterynya selalu hilang. katanya. Nanti kita kesana lagi pak ujar mas Edy, tengok kemungkinan pasang Solar Cell lagi disana.

Air pun susah, seandainya ada yang berkenan membuat sumur bor disana. Selama ini mereka mengandalkan air hujan termasuk kebutuhan surau untuk wuduk. Alhamdulillah lah pak ujar Pak RT Ahad menimpali.(***)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular