BerandaDaerahKetua Tim Peneliti dari Universitas Gadjah Mada Kunjungi Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan...

Ketua Tim Peneliti dari Universitas Gadjah Mada Kunjungi Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ngawi

- Advertisement -spot_img

Field Trip Clonal Forestry

BENEWS.CO.ID, Ngawi –  Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ngawi menerima kunjungan Prof. Moh. Naiem, Ketua Tim Peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) di petak-petak penelitian tanaman Jati Plus Perhutani (JPP) yang berlokasi di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Walikukun dan BKPH Kedunggalar. Selasa (21/9/2021).

IMG 20210923 WA0014
Field Trip Clonal Forestry

Pada kunjungan bertajuk Field Trip Clonal Forestry tersebut, Tim Peneliti UGM didampingi Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Perhutani, Endung Trihartaka, Wakil Kepala Divisi Regional Bidang Kelola Sumber Daya Hutan, Ratmanto, Jajaran PeFi, Kepala Perencanaan Hutan Wilayah II Madiun, Rudi Juniantoro, dan Administratur KPH Ngawi, Tulus Budyadi beserta jajarannya.

BACA JUGA:  Polsek Kotarih Giat KRYD Tingkatkan Disiplin dan PRokes

Endung menerangkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk media pembelajaran dan menunjukkan hasil uji lapangan beberapa klon jati unggul dengan berbagai model perlakuan pola tanaman dan pemeliharaan/ penjarangan.

Dan sudah terbukti tanaman jati yang biasanya ditebang di atas umur 50 tahun sampai 80 tahun, hari ini kita bisa melihat tanaman jati yang umurnya 19 tahun diameternya sudah di atas 50 cm.

BACA JUGA:  Perum Perhutani Melakukan Rebranding Wisata Alam

“Ini menjadi modal luar biasa bagi Perhutani ke depan untuk membangun hutan jati dengan klon-klon unggul sehingga mendapatkan hasil akhir daur yang optimal,” terangnya.

Sementara itu, Prof Moh. Naiem menegaskan bahwa Perhutani adalah satu perusahaan yang punya masa depan dan potensi yang gemilang dengan dikembangkannya tanaman JPP. Dengan tanaman jati klon unggul ini diharapkan bisa menghasilkan kurang lebih 330 m3 per Hektar pada umur 20 tahun.

BACA JUGA:  Majelis Hakim Bingung, Keterangan Saksi Berbeda Dari BAP di Ruang Chandra Pengadilan Negeri Kelas 1B Stabat

Kegiatan yang diawali dari Petak 7 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Gendingan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Walikukun ini, kemudian dilanjutkan ke Petak 61.a, Petak 53.n, Petak 63 dan diakhiri dengan diskusi di Petak 64.e RPH Sidolaju, BKPH Kedunggalar. (***)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -Logo
https://youtu.be/Mu0GJXRRicY
Stay Connected
Must Read
- Advertisement -Iklan
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here