Sabtu, September 25, 2021
Google search engine
BerandaCovidKetua Sema UNIMED Mengingatkan, PPKM Jangan Jadi Seremonial Penanganan Covid-19.

Ketua Sema UNIMED Mengingatkan, PPKM Jangan Jadi Seremonial Penanganan Covid-19.

BEnews.co.id, Medan – Ketua Umum SEMA UNIMED sekaligus Koordinator Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia Wilayah Sumatera Bagian Utara, Rayanda Al Fathira, mengungkapkan, Satera utara mengalami peningkatan kasus penularan Covid-19 yang sangat signifikan. Hal ini terlihat dari jumlah lonjakan kasus positif sebanyak bertambah menjadi 937 orang tertanggal 16 Juli 2021.

Lanjut Rayanda. Gubernur Sumut, Bapak Edy Rahmayadi mengatakan, berdasarkan asesmen level Covid-19 tingkat kabupaten/kota, sebanyak dua kota berada di level 4, 22 kabupaten/kota di level 3, dan sebanyak 17 kabupaten/kota berada di level 1.

“Dalam laporannya, Gubsu mengatakan, bahwa Pemprov Sumut merasa kesulitan mendeteksi masuknya Pekerja Migran Indonesia (PMI) illegal ke Sumut, dikarenakan jalur masuk melalui laut, dengan memanfaatkan para nelayan,” bebernya.

BACA JUGA:  Kapolres Natuna bersama Bupati Natuna Wan Siswandi dan Forkopimda, Serius Menyikapi Kondisi Penyebaran COVID-19 di Natuna.

Sejalan dengan itu, beberapa waktu lalu, Pemprov Sumut memberlakukan aturan PPKM darurat yang saat ini bertransformasi menjadi PPKM Level 4 dan dilaksanakan di Sumut sejak 12 Juli 2021 kemarin.

BACA JUGA:  Kapolres Natuna bersama Bupati Natuna Wan Siswandi dan Forkopimda, Serius Menyikapi Kondisi Penyebaran COVID-19 di Natuna.

Tercatat setidaknya 952 ribu warga Sumut yang merasakan dampak negatif di sektor ekonomi dari pemberlakuan peraturan tersebut. PPKM yang diharapkan mampu menurunkan angka penularan Covid secara sigifikan, malah tidak begitu terlihat dampaknya.

Persoalan demi persoalan muncul ketika pemberlakuan PPKM ini disinyalir tidak sesuai dengan Undang-undang Kekarantinaan Kesehatan yang menyebutkan ,”Setiap orang mempunyai hak mendapatkan pelayanan kesehatan dasar sesuai kebutuhan medis, kebutuhan pangan, dan kebutuhan kehidupan sehari-hari lainnya selama karantinaโ€ (Pasal 8 Undang-undang Kekarantinaan Kesehatan Nomor 6 Tahun 2018).

BACA JUGA:  Dinas Pendidikan Kabupaten Anambas Kembali Berlakukan Sistem Belajar dari Rumah

Ketua Umum SEMA UNIMED sekaligus Koordinator Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia Wilayah Sumatera Bagian Utara, Rayanda Al Fathira, turut menyampaikan pandangannya. Rayanda mengatakan bahwa langkah pemerintah provinsi membatasi kegiatan masyarakat dengan PPKM haruslah disandingkan dengan massifnya edukasi pencegahan penularan Covid kepada masyarakat.

โ€œPPKM darurat dan sekarang menjadi PPKM level 4 tidak boleh hanya menjadi sekadar ajang seremonial pemerintah dalam penanganan kasus Covid. Ia harus menampakkan hasil signifikan,” ujar Ketua Umum SEMA UNIMED tersebut.

BACA JUGA:  Diskriminatif, Jurnalis Riau Ancam Demo Gubernur Riau
BACA JUGA:  Razia PPKM, Polsek Medan Timur Temukan Puluhan Orang Main Game

Koordinator BEM-SI Wilayah Sumbagut itu menambahkan โ€œPPKM bukanlah panggung untuk menunjukkan seberapa gencar Pemprov melakukan penanganan Covid, itu langkah penanganannya. Jika ingin menunjukkan keseriusan dan keberhasilan haruslah dengan data yang jelas terkait jumlah tes, persentase kasus positif harian, persentase jumlah pasien, dan kasus kematian yang cenderung membaik.

“Bukannya menjadi solusi, PPKM dikhawatirkan, malah menjadi momok atau mesin pembunuh baru yang hadir di tengah-tengah masyarakat, bila dalam pemberlakuannya justru tidak di imbangi kesiapan pemerintah untuk menopang kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak,”Rayanda Al Fathira, mengingatkan.

RIZKY ZULIANDA

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular