BerandaKepriAnambasKepala Desa Hadang Ambulans Milik RSUD Palmatak, Saat Mengevakuasi Pasien Covid-19

Kepala Desa Hadang Ambulans Milik RSUD Palmatak, Saat Mengevakuasi Pasien Covid-19

- Advertisement -spot_img

BEnews.co.id, Anambas- Telah terjadi penghadangan ambulans milik RSUD Palmatak, saat akan mengevakuasi pasien covid-19 yang akan dirujuk ke RS Awal Bros batam dengan menggunakan kapal Ferry Anambas 6.

Warga matak tidak mengijinkan ambulance untuk melintas masuk ke area pelabuhan, dimana kapal Ferry yang akan mengangkut pasien hendak dirujuk telah menunggu di pelabuhan tersebut.

IMG 20210513 WA0005

Insiden ini sempat membuat seorang perawat yang berada didalam ambulance, mengalami muntah-muntah dan hampir pingsan karena Kelelahan dan kepanasan mengenakan hazmat full (alat pelindung diri), tertahan hampir satu jam.

IMG 20210513 WA0002
ketika berusaha menjelaskan kepada penghadang ambulance agar diperkenankan lewat menuju pelabuhan kapal ferry

“Saya sebagai dokter mencoba bernegosiasi dengan kepala desa, awalnya saya sedang tidak bertugas di RS, namun mendapatkan informasi dari dokter sejawat, bahwa ambulance pasien dihalangi di pelabuhan,” kata dr Yogi kepada BEnews.co.id. menerangkan.

IMG 20210513 WA0004
Dengan bersusah payah dijelaskan, tetap tidak diperkenankan melewati jalan menuju pelabuhan

Dikatakannya, “Saya langsung berkoordinasi dengan pihak manajemen RS untuk membantu koordinasi dengan pihak terkait. Secara refleks saya bersama dokter PTT yang lain segera ke lokasi, karena pasien dalam keadaan emergency, perlu evakuasi segera.

BACA JUGA:  ๐—ฅ๐˜‚๐—ฑ๐—ถ: ๐Ÿญ๐Ÿฒ ๐—”๐—ด๐˜‚๐˜€๐˜๐˜‚๐˜€ ๐—–๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐—ถ๐—ฎ๐—ป ๐—ฉ๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ถ๐—ป๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—›๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚๐˜€ ๐Ÿณ๐Ÿฌ Persen

Sesampainya di lokasi saya hanya menjumpai 2-3 orang berdiskusi dengan pihak kepolisian. Saya turut berdiskusi, ingin mengetahui titik permasalahan yang ada, kepala desa mengatakan tidak ada izin dan takut penularan infeksi terhadap masyarakat yang lain. Kemudian saya jelaskan secara singkat informasi penyebaran infeksi virus covid-19 dan meminta izin diberi jalan karena kondisi pasien emergency, Namun kepala desa tetap tidak mberi izin dan tidak mendengarkan penjelasan saya lebih lanjut. Dikarenakan sudah memakan waktu banyak, kita putuskan berpindah ke pelabuhan terdekat untuk mengevakuasi pasien ke kapal ferry rujukan.

Saya sangat kecewa mendengarnya, karena ada kesalah pahaman, seorang kepala desa terkait penyebaran virus covid 19. Bahkan sesekali saya melihat bapak kepala desa tersebut berteriak kepada tenaga medis yang hanya membuka pintu ambulance, diminta untuk menutup pintu ambulance dan tidak boleh turun, seakan akan infeksi bisa menyebar jarak jauh.” terang dr.yogi melalui pesan WA yang bersangkutan.

BACA JUGA:  7 Anggota Paskibraka Natuna Positif Covid-19, 2 orang Panitia

Terpisah, Awaludin. Kepala desa matak menjelaskan alasannya menghalau ambulans yang membawa pasien rujukan covid-19 melewati desanya. “Seringnya pelabuhan tersebut digunakan untuk evakuasi pasien yang terinfeksi covid-19 tanpa ada koordinasi dengan pihaknya, menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang tinggal disekitar pelabuhan tersebut.

“Ada beberapa warga yang melaporkan pada saya, seringnya pasien covid 19 lewat dari pelabuhan matak dan hari ini akan lewat lagi, masyarakat sangat khawatir.Tidak lama setelah mendapat laporan tersebut, kapal Ferry Anambas 6 yang akan membawa pasien tersebut telah sandar di pelabuhan. Saya langsung bergegas ke pelabuhan dan saya minta jangan ada transit pasien covid 19.,”tambah sang kades.

Dikatakannya. Untuk menindak lanjuti laporan dari warga, saya coba berkoordinasi dengan camat Kute Siantan via telrpon, mungkin karena sedang sibuk pak camat tidak menjawab telepon saya.Tidak berselang lama pak sekda ,Sahtiar menelopon saya dan saya sampaikan kepada beliau, bahwasanya untuk hari ini kami belum mengizinkan pasien covid-19 untuk transit di pelabuhan matak karena berbagai alasan, dan beliau memakluminya,”tegasnya.

BACA JUGA:  Tuai Pro dan Kontra, Trend Ikoy-Ikoyan Menarik Perhatian Warganet di Instagram.

Saya kepala desa matak beserta masyarakat, mendukung penanganan covid-19 dengan prosedur dan mekanisme yang benar agar pasien yang terinfeksi mendapatkan pelayanan dengan baik dan warga yang sehat terhindar dari covid-19.

“Saya juga memohon maaf, jika ada yang tidak berkenan dengan sikap saya. Semua itu saya lakukan untuk kebaikan masyarakat desa matak, umumnya yang melintasi pelabuhan, terang Awaludin kepala desa matak melalui pesan WA.

Sementara Bhabinkamtibmas Kute siantan, Brigadir Awal menyarankan kepada semua pihak agar setiap kegiatan evakuasi pasien covid 19, terutama yang menyangkut fasilitas umum alangkah baiknya dilakukan kordinasi dahulu agar tidak terjadi kesalahpahaman ditengah masyarakat.

Ferengky

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -Logo
https://youtu.be/Mu0GJXRRicY
Stay Connected
Must Read
- Advertisement -Iklan
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here