banner 728x250

Kelemahan dan Kekuatan Manajemen Keluarga

Penulis : Dr.Elli Widia.,S.Pd.,MM.Pd

Dr.Elli Widia.,S.Pd.,MM.Pd
Dr.Elli Widia.,S.Pd.,MM.Pd
banner 468x60

Apapun yang kita nikmati di dunia ini, kita harus selalu mengingat dua hal: 1) Apa yang Allah miliki itu lebih baik; 2) Apa yang Allah miliki itu bertahan lebih lama. Untuk itu, bekerja keraslah dalam hidup ini dan bekerja lebih keras untuk kehidupan selanjutnya.”( Nouman Ali Khan).

Kelemahan dan Kekuatan Manajemen Keluarga
Kelemahan dan Kekuatan Manajemen Keluarga

Kata motivasi ini membuat kita ini membuat kita terpacu untuk lebih kuat dalam menghadap kerasnya kehidupan, bahwa sesungguhnya apapun yang kita miliki hanya pemberian Allah dan sewaktu-waktu pasti akan hilang karena sesungguhnya kita diberi oleh sang pemberi yaitu Allah SWT.

banner 336x280

Kita juga mendengar bahwa apapun milik kita / rezeki yang kita dapat, ada hak orang lain didalamnya, maka kita wajib mengeluarkan kepada orang yang berhak menerimanya.

Dalam hidup bermasyarakat wajib saling melengkapi,membantu dan bergotong royong dalam kebajikan. Islam mengajarkan agar kita senantiasa selalu peka dan empati dengan kehidupan orang disekitar kita, karena pada dasarnya manusia adalah makhluk social dan tidak bisa hidup sendiri.

Kelemahan dan Kekuatan Manajemen Keluarga
Kelemahan dan Kekuatan Manajemen Keluarga ( Photo : Wikipedia)

Allah SWT menicptakan kehidupan manusia yang beragam, ada yang kaya dan miskin, ada yang nasibnya baik atau bahkan sebaliknya, itu semua Allah SWT mengatur bagaimana kehidupan hambaNya dalam menjalani kehidupannya, adakah rasa syukur atau malah sebaliknya.

Dalam Islam, bekerja juga merupakan wujud syukur akan nikmat dan karunia Allah SWT. Selain itu, bekerja juga sangat dianjurkan, karena dapat menjaga wibawa dan kehormatan diri. Dengan bekerja, seseorang tidak akan meminta-minta dan mengharapkan pemberian orang lain.

Untuk itu, perlu adanya sekelompok orang-orang hebat dan memiliki ilmu serta kekayaan yang cukup sehingga mampu membangun sebuah usaha agar dapat membantu masyarakat sekitarnya dalam membuka lapangan pekejaan.

Usaha atau bisnis keluarga merupakan awal usaha yang menjanjikan untuk dapat membangun perekonomian keluarga itu sendiri maupun masyarakat disekitarnya.

Bisnis keluarga merupakan salah satu bentuk bisnis yang didirikan serta melibatkan sebagian anggota keluarga didalam kepemilikannya. Sebagai bisnis yang dimiliki dan dikendalikan oleh keluarga, maka manajemen merupakan hal yang penting dikuasai oleh anggota keluarga tersebut.

Dalam pandangan Islam manajemen “ajaran” merupakan agama yang didalamnya terdapat keteraturan, Islam mengatur kehidupan manusia sampai kepada hal-hal yang besar dan hal-hal kecil, mengatur kehidupan masa kini (dunia) dan kehidupan masa depan (akhirat).

Bahkan dalam agama Islam sendiri mengajarkan kepada kita bagaimana adab ketika kita bangun tidur sampai kita tidur lagi, begitulah mulianya Islam dalam mengatur segala sesuatu.

Manajemen Islam memiliki dua makna yaitu manajemen sebagai ilmu maksudnya manajemen dipandang sebagai salah satu ilmu umum yang tidak berkaitan dengan nilai dan peradapan manapun, sehingga hukum mempelajarinya adalah fardhu kifayah.

Dalam Ilmu Manajemen, manajemen merupakan suatu proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan pekerjaan anggota organisasi dengan menggunakan semua sumber daya yang ada dalam sebuah organisasi untuk mencapai sasaran organisasi yang sudah ditetapkan melalui visi dan misi organisasi.

Sedangkan keluarga adalah merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari suami istri dan anak . Tujuan umum terbentuknya keluarga adalah membentuk suatu keluarga yang bahagia, kekal abadi berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Setiap keluarga dapat merinci tujuan mereka mengacu pada tujuan umum tersebut, yang tentunya meginginkan keberadaannya bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya. Tidak sedikit keluarga banyak memanfaatkan sumberdaya keluarganya dengan membangun banyak bisnis, disamping untuk menunjang perekonomian keluarga juga membuka lapangan kerja agar dapat menampung masyarakat disekitarnya untuk mendapatkan penghasilan.

Namun, bisnis keluarga tentu tidak luput dari ragam persoalan yang terkadang sulit dipecahkan, seperti munculnya distrust atau ketidakpercayaan di antara sesama anggota keluarga, konflik dalam suksesi kepemimpinan, konflik dalam pengambilan keputusan, isu putra mahkota (penerus tahta di perusahaan) dan bahkan perbedaan pola pikir manajerial antara generasi pertama dan generasi berikutnya.

Banyak bisnis keluarga mengalami kemerosotan, jalan ditempat atau bahkan terpaksa tutup karena konflik yang berkepanjangan di internal keluarga.

Di Indonesia banyak perusahaan besar yang berawal dari usaha keluarga rumahan, bahkan dengan pabrik produksi ala kadarnya. seiring berjalannya waktu bisnis keluara menjelma menjadi perusahaan besar dengan sistem saham terbuka. Sukses, besar, dan berumur panjang.

Seperti perusahaan rokok terbesar di Indonesia PT. HM Sampoerna Tbk dulunya dirintis oleh Liem Seeng Tee, seorang Tiongkok miskin yang dibawa ayahnya merantau ke Indonesia.

Masyarakat Indonesia bisa mencicipi kelezatan mie instan Indomie, Sarimi, dan Supermi. Didirikan oleh Soedono Salim selaku pemilik Salim Group, PT Indofood Sukses Makmur hadir pada tahun 1990.

Indonesia memiliki Ciputra Group dalam pengembangan properti di Tanah Air. Properti milik Ciputra tersebar di kota-kota besar di Indonesia. Tidak kalah dengan yang lain, Indonesia juga memiiki perusahaan yang dimiliki oleh keluarga, dan bahkan nama yang satu ini paling sering terdengar di Indonesia, yaitu Bakrie Group yang berdiri sejak tahun 1942.

Banyak cerita sedih dan duka pasti dilalui namun karena pengelolaan yang professional, manajemen yang tepat sehingga prusahaan-perusahan yang tadinya kecil menjadi besar

Ada beberapa kelemahan dan kekuatan yang tentunya harus diperhatikan oleh pemilik bisnis keluarga. Menurut Thomas Zellweger (2017) menyebutkan kelemahan-kelemahan tersebut antara lain ketergantungan terhadap keluarga, munculnya agency cost sebab dari altruism, tantangan dalam menyiapkan suksesor, pembatasan sumber daya, menurunnya orientasi bisnis, dan peran yang ambigu.

Ini menjadi kelemahan dari bisnis keluarga karena kendali anggota keluarga baik secara formal maupun informal menentukan takdir perusahaan menjadi lebih baik atau lebih buruk. Apabila perusahaan dikuasai oleh anggota keluarga yang tidak kompeten ataupun kurang beretika, kemudian selanjutnya munculnya agency cost sebab dari altruism.

Thomas Zellweger (2017) juga menjelaskan beberapa kekuatan yang dimiliki sebuah bisnis keluarga yaitu; minim konflik kepentingan antara pemilik dengan manajer, kepemimpinan yang efisien, keunggulan sumberdaya, pencapaian dan tujuan jangka panjang, budaya komitmen serta support, dan reputasi serta identitas.

Karena masih anggota keluarga yang sama maka kekuatan selanjutnya adalah kepemimpinan yang efisien, minimnya konflik kepentingan juga menurunkan biaya yang muncul dari agency cost.

Selain itu pengambilan keputusan juga menjadi lebih cepat dan efisien karena anggota keluarga memiliki posisi penting dalam perusahaan dan sudah mendapat kepercayaan diantara anggota keluarga yang lainnya.

Setiap keluarga pasti mengharapkan sasaran yang ditetapkan hendaknya terwujud, untuk mewujudkannya agar sesuai harapan semestinya perlu membuat rencana melalui program-program yang dibuat terlebih dahulu.

Program tersebut dapat dibuat menjadi 3, yaitu jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

Kompleksitas hubungan dalam perusahaan keluarga memerlukan manajemen yang terbuka, artinya manajemen yang dikelola secara professional karena manajemen yang baik diperlukan untuk kesuksesan setiap bisnis.

Praktek manajemen bisnis keluarga yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut, yaitu; Merangsang pemikiran dan pemahaman strategi bisnis yang baru, Merekrut dan mempertahankan manajer non keluarga yang baik, Menciptakan organisasi yang fleksibel dan inovatif, Menciptakan dan melindungi modal, Menyiapkan pengganti kepemimpinan (suksesi).

Fakta menunjukkan bahwasanya perusahaan keluarga memiliki andil yang sangat penting dalam perekonomian global. Menurut McKinsey 80 persen Produk Domestik Bruto (PDB) negara-negara di dunia ternyata berasal dari perusahaan keluarga.

Hayoo Indonesia mari kita ikut serta dalam mengembangkan dan meciptakan peluang kerja agar perekonomian Indonesia dan Batam khususnya bangkit kembali.

Sukses berarti melakukan yang terbaik yang kita bisa dengan apa yang kita miliki. Sukses adalah melakukan, bukan mendapatkan; dalam mencoba, bukan kemenangan. Sukses adalah standar pribadi, meraih yang tertinggi dalam diri kita, menjadi semua yang kita bisa (Zig Ziglar)

Batam, 3 Juni 2022

 

 

 

 

banner 336x280
banner 120x600

Leave a Reply