banner 728x250

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Mengeluarkan Surat Perintah Tegas.!

banner 120x600
banner 468x60

BEnews.co.id, jAKARTA– Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan surat telegram baru dengan nomor ST/183/II/Ops.2./2021 untuk menyikapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi menilai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali tahap II kurang maksimal menekan penyebaran Covid-19.

banner 336x280
Personil Polri yang sedang melakukan sosialisasi Covid-19 (fhoto Bn-Istimewa)

Lalu melansir dari jppn.com, Kabaharkam Polri Komjen Agus Andrianto selaku Kaopspus Aman Nusa II Penanganan Covid-19 telah menandatangani telegram ini.

“Pelaksanaan PPKM tahap II sudah memasuki minggu terakhir, namun belum efektif menekan laju penularan Covid-19,” kata Komjen Agus dalam keterangannya, Senin (1/2/2021).

Kemudian, menurut Agus kebutuhan akan ketersediaan ruang isolasi dan ICU semakin tinggi akibat banyaknya pasien Covid-19.

Telegram itu sendiri itu menginstruksikan para Kasatgas dan kasubsatgas Opspus Aman Nusa II-2021 serta para Kaopsda Kasatgas Opsda Aman Nusa II-2021 untuk melakukan sejumlah langkah.

Kapolres Anambas melakukan Vaksin dan sosialisasi meyakinkan masyarakat Anambas Vaksin Aman dan Halal. (Photo Bn-Istimews)

Adapun perintah yang terkandung dalam Surat Telegram ST/183/II/Ops.2./2021 tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan analisa dan evaluasi (Anev) penanganan pandemi Covid-19 bersama Forkompinda, khususnya terkait dengan efektivitas pelaksanaan PPKM yang telah dilakukan dalam rangka menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat serta mendukung pemulihan ekonomi nasional.
  2. Komunikasi, kerja sama, dan kolaborasi dengan Pemda, TNI, pihak rumah sakit, dan stakeholder lainnya untuk menambah kapasitas ruang perawatan dan isolasi pasien Covid-19 serta memprioritaskan perawatan di rumah sakit khusus untuk pasien yang sudah menunjukkan gejala berat/kritis dan bagi pasien yang masih menunjukkan gejala ringan dapat melaksanakan isolasi mandiri dengan pengawasan dari Dinas Kesehatan, pihak rumah sakit, atau Puskesmas setempat.

Kemudian, menurut Agus kebutuhan akan ketersediaan ruang isolasi dan ICU semakin tinggi akibat banyaknya pasien Covid-19.

Telegram itu sendiri itu menginstruksikan para Kasatgas dan kasubsatgas Opspus Aman Nusa II-2021 serta para Kaopsda Kasatgas Opsda Aman Nusa II-2021 untuk melakukan sejumlah langkah.

Adapun perintah yang terkandung dalam Surat Telegram ST/183/II/Ops.2./2021 tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan analisa dan evaluasi (Anev) penanganan pandemi Covid-19 bersama Forkompinda, khususnya terkait dengan efektivitas pelaksanaan PPKM yang telah dilakukan dalam rangka menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat serta mendukung pemulihan ekonomi nasional.
  2. Komunikasi, kerja sama, dan kolaborasi dengan Pemda, TNI, pihak rumah sakit, dan stakeholder lainnya untuk menambah kapasitas ruang perawatan dan isolasi pasien Covid-19 serta memprioritaskan perawatan di rumah sakit khusus untuk pasien yang sudah menunjukkan gejala berat/kritis dan bagi pasien yang masih menunjukkan gejala ringan dapat melaksanakan isolasi mandiri dengan pengawasan dari Dinas Kesehatan, pihak rumah sakit, atau Puskesmas setempat.
  3. Melakukan pembinaan untuk membangun Kampung Tangguh Nusantara di wilayah masing-masing sehingga dapat berkontribusi secara nyata dalam rangka mencegah penyebaran dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.
  4. Meningkatkan kerja sama dengan Pemda (Satpol PP), TNI, dan stakeholder lainnya khususnya dalam pelaksanaan Operasi Yustisi Penerapan Protokol Kesehatan secara tegas dan terukur serta tepat sasaran.
  5. Pelajari, pedomani, dan implementasikan di lapangan semua Surat Telegram Kapolri terkait penanganan Covid-19 dan penerapannya disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta kearifan lokal di wilayah masing-masing (BN-Red/Ril-Polri)
banner 336x280

Tinggalkan Balasan