BerandaHot NewsImingi Masuk IPDN Jalur Belakang, Vina Dijerat Kasus Penipuan

Imingi Masuk IPDN Jalur Belakang, Vina Dijerat Kasus Penipuan

- Advertisement -spot_img

BEnews.co.id, Tanjungpinang, – Vina Saktiani oknum ASN di lingkungan pemerintah kota Tanjungpinang terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian. Pasalnya Vina diduga melakukan penipuan kepada korban inisial YZ hingga mencapai Rp. 300 Juta rupiah.

konfrensi pers Poltes Tanjungpinang.

Kejadian berawal pada tahun 2019 lalu, saat Vina dan korban sepakat untuk memuluskan niat orang tua korban agar YZ dapat mengenyam pendidikan di sekolah kedinasan IPDN.

Namun naas, saat mengikuti seleksi test IPDN, YZ dinyatakan tidak lulus. Sehingga akhirnya pihak korban meminta agar uang yang pernah diserahkan pada tersangka dikembalikan lagi kepada korban.

BACA JUGA:  Lambang BP Batam Hilang Makna ?

“Terlapor sudah mengembalikan sebagian dari uang yang telah diterima, total yang telah dikembalikan sebesar Rp 190 juta” ucap Kasatreskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza saat konferensi pers, Jumat (4/6) pagi.

Akan tetapi, karena tidak kunjung melunasi sisa uang tersebut. Akhirnya pihak korban melaporkannya ke pihak kepolisian untuk diproses secara hukum.

BACA JUGA:  Ombudsman Perwakilan Kepri : Syarat Sertifikat Vaksin dalam Pelayanan Publik Berpotensi Terjadinya Maladministrasi

Sempat Menghilang

Setelah menerima laporan, pihak kepolisian langsung melakukan pemanggilan kepada tersangka VS pada 23 April 2021 lalu.

Bukannya memenuhi panggilan, tersangka justru mangkir dua kali dari panggilan polisi tertanggal 26 April 2021 dan 11 Mei 2021. Akhirnya pada tanggal 31 Mei 2021, tersangka VN didampingi kuasa hukumnya akhirnya mendatangi Satreskrim Polres Tanjungpinang untuk dilakukan pemeriksaan. Selanjutnya, setelah diperiksa pihak kepolisian memutuskan Vina sebagai tersangka penipuan.

BACA JUGA:  Fakta Terbaru Pencurian Di Kantor BUMD Tanjungpinang

“Setelah diperiksa, kami menetapkan sebagai tersangka dengan barang bukti berupa cek dan tanda bukti terima uang dari korban” terang Rio.

Tersangka yang mendekam di jeruji besi harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dimata hukum. Dimana VN terancam terjerat hukuman pidana penjara selama 4 Tahun. Sesuai dengan pasal 378 dan 372 KUHP.

Alfon

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -Logo
https://youtu.be/Mu0GJXRRicY
Stay Connected
Must Read
- Advertisement -Iklan
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here