BerandaHot NewsDPP SPRI Mengecam Keras Pelaku Penganiayaan Wartawan Tempo.

DPP SPRI Mengecam Keras Pelaku Penganiayaan Wartawan Tempo.

- Advertisement -spot_img

BEnews.co.id, JAKARTA – DPP SPRI mengecam pelaku penganiayaan terhadap Wartawan Tempo Nurhadi oleh sejumlah oknum petugas keamanan.

IMG 20210330 WA0003
Sumber : Tempo.co

Apapun alasannya, tindakan kekerasan terhadap wartawan harus dihentikan. Polisi harus berani menindak tegas pelaku kekerasan terhadap wartawan. Selama ini kasus kekerasan terhadap wartawan selalu berujung permintaan maaf oleh pelaku dan sering kali penyelesainnya tanpa melalui proses hukum.

Jika pelaku kekerasan terhadap wartawan tidak dihukum sesuai ketentuan hukum pidana dan aturan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers tentang ancaman pidana jika menghalangi tugas wartawan, dan hukuman denda jika terbukti menghalangi tugas peliputan, maka dampaknya tidak akan ada efek jera bagi pelakunya.

BACA JUGA:  OMG. Diskrimsus Poldasu Ungkap Penggunaan Daur Ulang Rapid Antigen di Bandara Kualanamu

Polisi harus berani mengusut dan menangkap pelakunya, dan tidak boleh pandang bulu. Siapapun pelakunya harus dihukum sesuai perbuatan pidananya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa tidak terulang lagi, wartawan perlu memahami dan menerapkan kode etik jurnalistik. Bahwa ada kewajiban bagi wartawan untuk menghormati hal-hal yang bersifat privasi dari nara sumber yang akan dijadikan sumber berita.

BACA JUGA:  Gubernur Ansar Bersama Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK Meninjau Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial di Kabupaten Bintan

Jika kegiatan yang berlangsung bersifat ranah privasi maka wartawan harus menghormatinya, sehingga tidak memaksakan untuk melalukan peliputan di area privasi, kecuali mendapat ijin dari pihak nara sumber.

Kode etik jurnalistik mengatur hal itu agar wartawan bisa beretika dalam menjalankan tugas peliputan. Mengejar berita dari keterangan nara sumber untuk kepentingan publik memang sesuatu hal yang dibenarkan. Namun ketika nara sumber sedang berada di area privat maka wartawan harus menghormatinya agar tidak melanggar kode etik jurnalistik.***

BACA JUGA:  Di Sidang MK, Presiden Nyatakan Dewan Pers Adalah Fasilitator
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -Logo
https://youtu.be/Mu0GJXRRicY
Stay Connected
Must Read
- Advertisement -Iklan
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here