banner 728x250

Demi sekolah, Pelajar Di Karimun Rela Berdesak-desakan Diatas Motor Kaisar.

Siswa/i SMP N 1 Buru Karimun, terpaksa berangkat sekolah menggunakan Kenderaan roda 3 bak terbuka (Kaisar) dengan kondisi berdesak desakan.
Siswa/i SMP N 1 Buru Karimun, terpaksa berangkat sekolah menggunakan Kenderaan roda 3 bak terbuka (Kaisar) dengan kondisi berdesak desakan.
banner 468x60
Karimun | BENEWS.CO.ID – Demi sekolah, Siswa/i SMP N 1 Buru Karimun, terpaksa berangkat sekolah menggunakan Kenderaan roda 3 bak terbuka (Kaisar) dengan kondisi berdesak desakan.

Demi sekolah, Setiap hari  siswa akan diangkut ditepi jalan, dan selanjutnya dibawa ke sekolah dengan kondisi berdesak desakan dan berdiri.

Tidak ada pembatasan antara pelajar perempuan dan laki-laki, Demi sekolah,  semua dimasukkan bersamaan, yang pasti jangan sampai sekolah terlambat.

banner 336x280
Demi sekolah, Pelajar Di Karimun Rela Berdesak-desakan Diatas Motor Kaisar.
Ilyas Masduki. Kepala sekolah SMP N 1 Buru karimun.

Melihat kondisi yang sangat membahayakan tersebut, Kepala sekolah SMP N 1 Buru karimun, Ilyas masduki, mengaku tidak mampu berbuat banyak.

Ilyas mengaku hanya bisa mengarahkan Siswa/i untuk menggunakan kendaraan pribadi agar tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan.

“Kita juga was-was dengan kondisi seperti itu, takut terjadi hal hal yang tidak diinginkan dengan kondisi Kenderaan yang digunakan untuk transportasi siswa/i sekolah,” ujarnya.

Ilyas Masduki mengungkapkan, dirinya sudah mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Karimun, terkait transportasi sekolah pada tahun 2018 dan 2019

“Saya sudah melaporkan saat evaluasi daerah perbatasan, namun belum ada realisasi, ” Ungkap ilyas masduki pasrah.

Kadisdik Drs. FAJAR HARISON ABIDIN, M.Si yang coba dikonfirmasi tentang kondisi transportasi siswa siswi yang sangat berbahaya ini belum berhasil.

Setiap hari, pelajar rela mengeluarkan biaya Rp 3000 Pulang Pergi (PP) dengan angkuta Kaisar, walau Kenderaan tersebut bukan perumtukannya.

Mengingatkan, Dulunya sempat ada bus dari pemerintah kecamatan buru namun dikarenakan tidak adanya biaya operasional sehingga terhenti hingga saat ini.

Ilyas mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten terkhususnya Dinas pendidikan bisa lebih memperhatikan terkait hal ini, sebelum jatuhnya korban dan juga untuk kenyamanan siswa siswi dalam belajar.(Rehan)

banner 336x280
banner 120x600

Leave a Reply