BerandaDaerahCoba Kabur, Maling Keramik Black Uban Ditembak Polisi

Coba Kabur, Maling Keramik Black Uban Ditembak Polisi

- Advertisement -spot_img

BENEWS.CO.ID | Deli Serdang – timah panas pun bersarang di kaki M Juli Afandi alias Black Uban (23), tersangka pencurian 50 kotak keramik merk Gilang, di toko milik Rena Fetrycia,
Jumat (22/10/2021) sekitar pukul 01
.00 wib di Jalan Gitar 2 PWI Desa Sampali Kecamatan Percut Seituan, yang berusaha kabur dari polisi.

IMG 20211023 WA0002

Peristiwa tersebut diketahui korban dari warga setempat bahwa kios miliknya sudah dibobol maling. Mendengar itu, korban langsung mengecek toko, alangkah terkejutnya korban begitu mendapati pintu kios miliknya yang terkunci sudah dibobol maling. Akibatnya, korban mengalami kerugian 50 kotak keramik merk Gemilang.

BACA JUGA:  P21, Tersangka Pemukul Aktivis Anti Korupsi Bebas Berkeliaran.

Ketika itu juga korban langsung membuat laporan ke Polsek Percut Seituan dengan no LP/B/2078/X/2021/ SPKT /Polsek Percut sei tuan/ Polrestabes Medan Tgl 22 Oktober 2021 : An Rena Fetrycia. Dan no Lp/B/1784/IX/2021/SPKT/Polsek Percut sei tuan/Polrestabes Medan An. Riski Alfandi.

Berdasarkan laporan tersebut lantas Polisi memburu tersangka, Kamis (21/10/2021) sekitar pukul 16.00 Wib, team Unit Reskrim Polsek Percut Seituan yang dipimpin oleh Kanit Reskrim, Iptu Donny Simatupang SH yang mendapat informasi dari masyarakat bahwa Black Uban sedang berada di Cafe Ayu Desa Sampali Kecamatan Percut Seituan.

BACA JUGA:  Aparat TNI Berhasil Evakuasi Nakes Korban Kekejaman KST Papua Dari Distrik Kiwirok

Tak buang waktu, polisi langsung bergegas menuju Cafe Ayu dan langsung mengamankan tersangka. Sayangnya, tersangka berusaha kabur dari pengejaran polisi yang dengan siap langsung menghadiahkan timah panas di kedua kaki tersangka, yang kemudian diboyong ke RS Bhayangkara dan lanjut ke Mako Polsek.

Dari tangan tersangka petugas berhasil mengamankan 50 kotak keramik merk Gemilang, 1unit Becak barang tanpa plat, 1buah sangkur, 1 buah kunci L,1 buah celana panjang,1 pasang sepatu dan 1 buah tas pinggang. Tersangka dikenakan kasus Pencurian dengan Pemberatan dan Tadah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 dan pasal 480 KUHP.

BACA JUGA:  Pangdam I/BB Hadiri Pemusnahan Narkoba Senilai Rp 203 Miliar

“Tersangka Black Uban merupakan resedivis, 4 kali masuk penjara di tahun 2015, tahun 2017, tahun 2018, tahun 2019. Ada beberapa laporan korban pelakunya adalah Black Uban, jadi dia memang target polisi. Saat diintrogasi tersangka mengaku menjual hasil pencuriannya kepada temannya. Disinilah kita dapat pelaku lainnya yang bernama Nio, Pindo, Miji dan Ucok. Tersangka dikenakan kasus Pencurian dengan Pemberatan dan Tadah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 dan pasal 480 KUHP,” ujar Iptu Doni Simatupang SH pada wartawan. (Rizky Zulianda)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -Logo
https://youtu.be/Mu0GJXRRicY
Stay Connected
Must Read
- Advertisement -Iklan
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here