BerandaHot News Sigaor Dodak (1)

[Cerbung] Sigaor Dodak (1)

- Advertisement -spot_img

MIRDONG……lelaki paruh baya yang merantau ke pulau berbentuk kalajengking, Batam sejak tahun 80 kini nyaman tinggal di kavling yang terletak dibatu aji.

IMG 20210822 165219
Photo Ilustrasi.

Rumah yang dibangun dengan sejuta kisah itu, bermula ketika RULI yang ditempatinya sebelumnya digusur, tepatnya pemindahan bukit senyum. Awal pemindahan dulu bagi MIRDONG adalah kiamat kecil, karena sahabat karibnya marmitu dikedai si Lobus tak bisa lagi diharapkannya untuk menemaninya kalau lagi suntuk.

Bayangan MIRDONG melambung, teringat petikan gitar si Lobus yang mempu menghilangkan sejenak, lelah seharian berjemur dipinggir pantai saat bekerja. Maklumlah..,pekerjaan MIRDONG mengelas dibibir pantai itu bukan keahlian sebenarnya. Beruntung ada laenya yang marga silalahi, kebetulan supir di PT yang terletak dibatu merah itu, pas kebetulan buka lowongan, cepat-cepat laenya “merekom” si Mirdong kepada supervisor yang selalu disupirinya.

BACA JUGA:  Mat Lisa Suku Laut Perajin Pembuat Jong dari Tanjung Gundap

Masuklah si Mirdong bekerja di perusahaan yang konon milik Investor dari Amerika itu. Bukan main senangnya si MIrdong begitu diterima berkerja di perusahaan itu.

Apalagi sejak dia dikasih pakai Uniform dan safety, makin jadilah Gaya si Mirdong, kalau sore sehabis kerja, pasti ke kedai Tuak itu dulu dia singgah, tinggilah lagak si Mirdong, macam dia aja sudah yang menjadi pemilik perusahaan itu.

“Geser sikit, lek…..nga tahu kau orang capek seharian ini,” hardik Mirdong kepada Jatonas yang kebetulan menempati kursi yang biasa diduduki Mirdong dilapo itu.Jatonas yang sedang Kosentrasi tingkat dewa memelototi bidak catur didepannya, kaget dan menatap sinis Mirdong yang dengan cuek sudah duduk mendesak dikursi panjang yang ditempatinya.

Jatonas kaget dengan hardikan Mirdong yang tidak disadarinya sudah duduk disampingnya. Maklumlah dia selalu habiskan waktu dengan main catur taruhan Limpul, dikedai si Lobus.

BACA JUGA:  Pak Jantan, Suku Laut dari Tanjung Gundap.

Jatonas belum bekerja, PT sedang sepi order. Sementara “simen book” yang diurusnya melalui jasa “calo” belum selesai juga. Jadi rencana Jatonas Ikut kapal sebagai ABK tertunda, walau sudah dijanjikan sama Bang Udin naik kapal kalau simen booknya sudah selesai. Jadi Pelautlah si Jatonas.

“Slowlah, Mirdong……tanggung nih, sebentar lagi Skak mat ini,” Suara Jatonas terdengar parau, konsentrasinya langsung buyar. Pemainan catur dengan melawan si Janggual adalah lawan berat baginya. Sudah 8 Plat main sejak pagi, posisi 5 – 3 dengan kekalahan Bagi si Janonas.

Kehadiran si Mirdong membuat konsentrasinya terganggu, alamat makin jauh tertinggal skore kekalahan melawan si Janggual ini,”Bathin si MIrdong, berkecamuk.

Mau melawan si Mirdong, si Jatonas sedikit ragu, apalagi melihat status si Mirdong yang sudah bekerja, sudah pakai uniform dan safety pula. Makin hancur perasaan si Janonas, starusnya yang masih pengangguran memaksanya harus menjaga sikap, apalagi kalau memikirkan urusan perut sejengkal, bisa berabe urusannya. Karena ka Inah pemilik kantin, pasti lebih percaya si Mirdong yang sudah bekerja daripada dirinya yang masih pengangguran, menunggu “simen book” yang belum jadi- jadi diurus.

BACA JUGA:  Ketua Umum SPRI : Menteri Pertanian Harus Dipidana 2 Tahun Penjara

“nga …..nga ada itu, nanti, nanti, geserlah….ini kursiku, tempatku selalu duduk dan mendapatkan inspirasi, dan diatas kursi ini pula aku dapatkan kabar perubahan nasibku, diterima bekerja di PT dan sudah dapat safety.,” Suara Mirdong nyaring membelah keheningan di lapo yang juga sering disebut sebagai Kantin bagi orang-orang yang biasa kerja di PT.

Maklumlah, di lapo (kantin) kak Inah, bisa bayar bulanan bagi anak PT. dan keuntungan juga bagi pengangguran yang masih mencari kerja untuk dapat Info tentang lowongan kerja…..(BERSAMBUNG……)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -Logo
https://youtu.be/Mu0GJXRRicY
Stay Connected
Must Read
- Advertisement -Iklan
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here