BerandaKepriBatamCegah Sampah ke Laut, Tempat Pengolahan Sampah di Belakangpadang Direvitalisasi

Cegah Sampah ke Laut, Tempat Pengolahan Sampah di Belakangpadang Direvitalisasi

- Advertisement -spot_img

BEnews.co.id, Batam – Guna terus meningkatkan layanan pengelolaan sampah, tidak hanya di mainland (pulau utama) Batam, juga hingga hinterland (pulau penyanggah).

Mewujudkan ini, selain melaksanakan kegiatan rutin pelayanan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam aktif melakukan koordinasi dengan berbagai stakeholder, termasuk instansi pemerintah pusat.

FB IMG 1613742451967
Foto : Kadis DLH Batam Herman Rozie ( kemeja putih..red) berbincang dengan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kepri Albert Rheinaldo serta Camat Belakang Padang Yudi Admaji, belum lama ini.

Tahun 2021 ini, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Belakangpadang bakal direvitalisasi. Dana revitalisasi didapat dari Kementerian PUPR senilai Rp3,8 miliar.

BACA JUGA:  Kepala UPTD Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah Optimis Pengunjung Kembali Normal

“Mudah-mudahan membawa manfaat bagi Kota Batam,” ucap Kepala DLH Batam Herman Rozie, Rabu (17/2/2021) pagi.

Ia menyebutkan, revitalisasi TPST ini diikuti harapan untuk mencegah aktivitas buang sampah di laut yang akhirnya membuat laut tercemar. Terlebih jika sampah tersebut sampah sulit urai seperti plastik dan styrofoam.

“Apalagi kita ketahui, Belakangpadang merupakan daerah pariwisata. Pulau ini bersejarah yang sering dikunjungi wistawan mancanegara,” imbuhnya.

Menurutnya, KemenPUPR sudah menandatangani kontrak. Kini selanjutnya, DLH menyiapkan rencana pemindahan sampah dari lokasi eksisting ke TPA Punggur.

BACA JUGA:  Pembukaan Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) VIII Tingkat Kota Batam di Mulai

Terkait ini, DLH selanjutnya mengajukan izin membawa alat berat yang akan dibawa ke Belakangpadang ke Kantor Beacukai, untuk diketahui Belakangpadang tidak termasuk dalam FTZ. Sampah dari sana nanti akan dibawa ke Telaga punggur menggunakan moda laut.

“Setelah lokasi sekarang bersih, pengerjaan langsung dilakukan dan perlu waktu hingga 3 sampai empat bulan hingga selesai,” papar dia.

BACA JUGA:  Muhammad Rudi Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur Tahun 2021

Revitalisasi TPST ini diajukan 2020 lalu, Pemko Batam melalui DLH Batam terus berkoordinasi dengan berbagai stakeholder, koordinasi semacam ini juga dilakukan tahun-tahun sebelumnya. Batam juga pernah dibantu pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur senilai Rp 23 miliar.

“Tahun 2020, dari dana DAK pariwisata juga kita dibantu alat berat, pickup dan lainnya dengan nilai Rp7 miliar,” imbuhnya. (Red-BN)

Sumber: 𝐌𝐞𝐝𝐒𝐚 π‚πžπ§π­πžπ« 𝐁𝐚𝐭𝐚𝐦

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -Logo
https://youtu.be/Mu0GJXRRicY
Stay Connected
Must Read
- Advertisement -Iklan
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here