Sabtu, September 25, 2021
Google search engine
BerandaSastra MelayuBertemu Rigo Penjaga Portal Pantai Cakang Galang Baru

Bertemu Rigo Penjaga Portal Pantai Cakang Galang Baru

Barelang itu singkatan dari, Batam Rempang Galang. Tak kurang ada tujuh pulau terangkai oleh enam unit jembatan. Dari Batam hingga ke ujung pulau ketujuh lebih 80 kilometer. Naik kenderaan roda empat jalan perlahan sambil menikmati pemandangan alam sekitaran ditempuh lebih dari satu jam.

Diujung rangkaian pulau yang tujuh tadi ada sebuah pantai namanya pantai Cakang. Terletak di pulau Galang Baru. Dari bundaran ujang jalan terus belok ke Timur ada restoran makanan laut. Disitu ada rumah tinggal bang Tagor Lubis. Di pinggir pantai, bisa juga pesan makanan. Tidak ada portal masuk, jadi bebas tak ada kutipan biaya masuk. Terus ke Selatan tak jauh dari bundaran ada portal.

“Satu orang sepuluh ribu rupiah.” ujar penjaganya seorang pemuda umur sekitar 30 an tahun. Ada masjid di dalam tanyaku tetap dalam mobil, tak ada jawabnya tapi ada mushola kecil. Boleh liat tanyaku lagi. Lelaki itu memandangiku, ada pengurusnya tanyaku lagi mau jumpa desakku lagi. Tak ada pengurusnya jawabnya sekedar untuk orang sholat kalau lagi ke pantai jelasnya.

BACA JUGA:  Belia dari Tanjung Batang Natuna lolos ke Fakultas Hukum UI

Yang ada pengurusnya di pantai satu lagi. Kalau tak salah namanya Mushola Annur pengurus nya pak Tagor Lubis tambahnya lagi. Rencana memang kami nak bagikan mushaf Alquran dan kain sarung. Sumbangan dari kawan. Kami bukan nak ke pantai ujarku. Sekedar nak tengok surau tu.

BACA JUGA:  Pak Amin dari Kampung Pulau Kalok Rempang Cate ( Part 4 )

Masuklah pak ujar lelaki itu yang kutanya namanya Rigo. Kami masuk berputar diujung, sebelah kiri jalan pulang kulihat bangun kecil dari kayu bulat agak keatas tebing sedikit. Ini agak musholah yang dikatakan Rigo.

Karena tak ada orang, kami terus mengarah keluar. Tak sampai lima menit memutar dari masuk tadi hingga keluar. Kulihat di kepalan tangan Rigo, tumpukan uang ada yang berwarna biru. Lumayan juga tebalnya. Bapak tak payah bayarlah kata pemuda asal Bengkalis ini.

BACA JUGA:  Wasiat Raja Haji Fisabilillah ibni Opu Daeng Celak kepada Sultan Mahmud Ri'ayat Syah

Belakangan ini dah mulai banyak pengunjung. Jadi banyaknya lah uang masuk ujarnya sembari menyembunyikan tangan kirinya yang memegang duit tadi. Dah tujuh tahun kerja disini pak, biasa lancar lancar gaji, tapi selama corona ini gaji kami telambat terus ujar Rigo yang belum menikah ini.

Tak ada hari libur, sekali setahun saja, libur hari raya saya pulang ke Bengkalis jelas Rigo. Mudah mudahan segera dapat jodoh bisa menikah. Alhamdulillah adelah simpanan untuk menikah itu. “Jodoh yang belum” ujarnya.

Ade pekerja lain sedang duduk di dekat pos portal masuk itu, minum pak ujar Rigo padaku menjulurkan bungkusan rori kering, ini pak ade roti ujarnya lagi. Geliat komunitas tampaknya mulai menggeliat terutama di Barelang, hampir semua restoran dan pantai pantai sekitaran Barelang dipenuhi pengunjung.

BACA JUGA:  Nek Penuh Suku Laut dari Pulau Bertam. Sekujur Kulit Tubuhnya Melepuh Terkelupas, Akhirnya dirujuk ke RSBP Batam
BACA JUGA:  Pak Amin dari Kampung Pulau Kalok Rempang Cate.

Disini disamping uang masuk 10.000, buang air kecil Rp 2.000. bilas air tawar Rp 5000. Ada pondok menginap ada yang 100 ribu ada yang Rp 50 ribu saja ujar Rigo berpromosi.

Seratus ribu itu terserah nak berapa orang semuatnya. Air tawar untuk mandi ade tapi Listrik tak ade ujarnya. Jadi ngechas hp tempat lain. Banyak yang datang mancing hari sabtu pulang minggu ujar Rigo lagi.

Kami pamit pulang, makasih ya Rigo kami tak bayar masuk tadi ujarku pada Rigo, Ia pun tersenyum, cuman mutar aje tak sampai lima menit katanya. Di bundaran ujung jalan Barelang Titik Nol Batam itu terlihat beberapa kenderaan berputar, ada Bus membawa tamu rombongan.

Syukurlah geliat ekonomi mulai terasa. Dua warung kecil diujung jalan itu kulihat ada orang yang sedang duduk minum minum. Kami mampir ke warungnya bang Tagor Lubis.(***)

Sumber : Imbalo batam

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular