banner 728x250

Bertemu dengan Panglima Lang Laut. Bukan Elang Laut, tetapi Lang Laut, tak pakai huruf “E”

banner 120x600
banner 468x60

BERTEMU dengan Panglima Lang Laut.Bukan Elang Laut, tetapi Lang Laut, tak pakai huruf “E” , Ujar Suherman SE. lelaki kelahiran tahun 1982 ini. Bang Suher, orang memanggilnya demikian, ia tinggal di Tanjung Kertang, tak jauh dari ujung jembatan empat yang menghubungkan pulau Setokok dengan pulau Rempang, Arah ke Galang.

Panglima Lang Laut, SUHERMAN.SE

Alumni Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) ini adalah pendiri LSM Lang Laut. Lang Laut cukup terkenal kiprahnya di sekitaran Barelang. Kemarin tengah hari itu, kami menemuinya di teras rumahnya yang cukup besar.

banner 336x280
kediaman Panglima Lang Laut, SUHERMAN.SE.

Tiang pilar rumah itu sedang dirapikan tukang. Halaman rumah itu cukup luas, belum ada taman, langsung menghadap kejalan raya Rempang Galang.

“Nak cari sampan kolek bang Suher.” ujarku. Untuk kak Nurul yang di pantai Air Menanti. Mana tau ade kawan yang jual. Tadi kami ke rumah pak Sabtu dekat pantai Kertang sana. tambahku lagi. Bukan yang baru dan mahal, yang seken aje, sesuai bugjet kataku sambil tersenyum.

Lelaki berbadan kekar ini pantaslah menyandang gelar Panglima Lang Laut, anak jati melayu kelahiran pulau Abang, usianya belum genap lagi 40 tahun ini, jangan tanya soal menangkap ikan, ia anak nelayan. Ia pun handal menyelam.

Menjabat sebagai Sekretaris HINSI provinsi Kepulauan Riau, tentulah ia tahu ceruk beruk wilayah khususnya di Kepulauan yang disebut Segantang Lada ini.

Pak Kosot di ulu sungai Sadap Rempang Cate dah meninggal dunia, disitu dulu kami bangun surau kecil. Lokasi tanah untuk surau tu wakaf beliau, Surau tu rusak parah bagian atap dan pintu jendelanya.

Bang Suher peduli, insyaallah rangka atap sepandek kami bantu tulisnya ketika itu. Yang jadi hal pula sejak pak Kosot meninggal tanah peninggalannya dibagi bagi oleh warisnya. Termasuklah sebidang tanah tempat surau itu berdiri.

Agak runyam juga lokasi tanah di Barelang ini, ada istilah tumpang tindih kepemilikan. Hibah tanah itu dari pak Kosot almarhum hanya berupa lisan, disaksikan oleh pak RT Rempang Cate ketika itu namanya Friden.

Kepadanya juga kusampaikan agar buat surat sepotong, agar tanah wakaf surau itu tak ikut terjual. Hal itu juga kusampaikan kepada bang Suher ini, yang juga sebagai ketua umum IKRAL.

“Ini ayah namanya pak Alif ujar bang Suher mengenalkan ayahnya yang turut bersama kami berbual bual, bang Suher anak ke empat dari enam bersaudara. Banyak jabatan yang diemban dan dipercayakan orang padanya. Ada sembilan pak ujarnya padaku.Ia juga sebagai ketua LPM kecamatan Galang. Terima kasih dah disuguhin teh manis oleh bang Suher.

“Insyaallah saye pantau ujarnya. Seringlah mampir kemari bile lewat Barelang pelawanya pada kami, sesaat kami nak pamit pulang. Saye kenal dengan kak Nurul tu, saya pun tau anak cucu mendiang pak Kosot itu. ujarnya sambil tersenyum. Terima kasih Panglima. Sukses selalu.(***)

Sumber : Imbalo Batam

banner 336x280

Tinggalkan Balasan