BerandaHot NewsBenarkah dua Pejabat Eselon II Pemerintah Kota Batam Positif Covid ?

Benarkah dua Pejabat Eselon II Pemerintah Kota Batam Positif Covid ?

- Advertisement -spot_img

BEnews.co.id, BEnews.co.id, BATAM – Dua pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), dikonfirmasi positif Covid-19. Keduanya yakni, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yusfa Hendri dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang), Wan Darusalam.

IMG 20210525 185555

“Iya benar, mereka berdua terkonfirmasi positif Covid-19,” ujar Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Batam Azril Apriansyah, Jumat (20/5/2021), sebagaimana yang ramai diberitakan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam ini menegaskan, Baik Yusfa maupun Wan Darussalam, keduanya saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.

Tidak berapa lama berselang, Azril menjelaskan bahwa upaya tracing (penelusuran kontak) telah dilakukan, ia bersama dengan beberapa pejabat Pemko lainnya telah dilakukan pemeriksaan swab. Hasilnya dinyatakan negatif Covid-19.

IMG 20210525 191508
Photo : Ilustrasi

“Alhamdulillah saya dan beberapa pejabat seharian bersama pak Yusfa dalam satu mobil memantau pelaksanaan vaksinasi, karena semua disiplin mengenakan masker,” jelasnya. Mengutip dari pemberitaan media.

BACA JUGA:  Kapolda Kepri Tutup TMMD KE-112 Kodam I/BB TA.2021 di Kecamatan Bulang-Kepri

Penasaran , BEnews.co.id menghubungi Yusfa Hendri, melalui WA PLH Sekretaris Kota Batam ini menegaskan dirinya sudah bekerja, dan membagikan link FB https://www.facebook.com/328240024481563/posts/828251437813750/.

Dalam link FB yang dibagikan Yusfa, sama sekali tidak menunjukkan seseorang yang terpapar Covid-19. Bahkan dalam tampilan photo yang dibagikannya, terlihat Yusfa sedang memimpin pertemuan dengan jarak yang normal.

Berapa lama seseorang yang terpapar covid harus diisolasi dan masa Inkubasi Covid-19 ?

Masa inkubasi Covid-19 masih terus diteliti oleh para ahli karena virus corona yang memicu penyakit ini merupakan jenis baru. Badan Kesehatan Dunia atau WHO menyebutkan masa inkubasi corona mencapai 1-14 hari. Tapi WHO juga menemukan banyak kasus Covid-19 dengan masa inkubasi cuma 5 hari.

Sebuah laporan riset tentang virus corona yang dimuat di jurnal Annals of Internal Medicine pada 10 Maret 2020 menyatakan rata-rata masa inkubasi Covid-19 adalah 5 hari. Para peneliti menemukan kemiripan masa inkubasi corona ini dengan virus penyebab sindrom pernapasan akut berat (SARS). Tapi dalam riset itu juga dijelaskan bahwa masa inkubasi bisa lebih dari 14 hari dalam beberapa kasus. Sebelumnya, penelitian yang hasilnya dimuat di Eurosurveillance pada 6 Februari 2020 menemukan rata-rata masa inkubasi Covid-19 adalah 6 hari.
Masa Inkubasi Covid-19 di Indonesia
Menurut juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, masa inkubasi Covid-19 di Indonesia adalah 5-6 hari. Pernyataan ini diungkapkan dalam konferensi pers pada Jumat, 10 April 2020, di Graha Badan Penanggulangan Bencana Nasional. Dengan demikian, kasus positif corona yang dilaporkan pada hari ini sebetulnya merupakan kasus infeksi yang terjadi 5-6 hari sebelumnya.
Masa inkubasi adalah periode sejak seseorang terpapar infeksi hingga muncul tanda atau gejala penyakit yang ditimbulkan. Masa ini sangat penting diketahui dalam upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19. Orang yang tak sadar dirinya terinfeksi sehingga tak muncul gejala akan dengan mudah menulari orang lain selama masa inkubasi. Karena itulah penting untuk mematuhi aturan jaga jarak guna mencegah penularan. Virus corona menular lewat droplet atau percikan dari bersin atau batuk orang yang positif Covid-19. Droplet ini bisa terlontar hingga sejauh 1 meter. Untuk keamanan, jaga jarak hingga 2 meter dengan orang lain saat beraktivitas di luar rumah. Gejala Covid-19 bisa saja sangat ringan atau tak muncul sama sekali padahal seseorang sudah terinfeksi corona.

BACA JUGA:  Satnarkoba Polresta Barelang Bagikan Sembako kepada Pedagang dan Masyarakat terdampak PPKM Darurat

Karantina Mandiri Covid-19
Dari data masa inkubasi Covid-19, bisa dikeluarkan kebijakan untuk mengendalikan penyebaran virus corona di suatu wilayah. Salah satu caranya adalah dengan karantina mandiri. Karantina mandiri direkomendasikan bagi pasien positif corona tapi tak menunjukkan gejala atau gejalanya sangat minim. Umumnya, para pasien ini berusia muda di bawah 60 tahun tanpa komplikasi penyakit.(redaksi)

BACA JUGA:  Gubernur Ansar Kunjungi Warga Penerima Bantuan Sosial dari Pemerintah
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -Logo
https://youtu.be/Mu0GJXRRicY
Stay Connected
Must Read
- Advertisement -Iklan
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here