banner 728x250

ACSI dan SGU Kerjasama Membangun dan Mengembangkan SDM Bidang Keamanan Siber

Untuk menjawab tantangan tersebut, ACSI sebagai salah satu perusahaan yang terdepan dalam layanan konsultan dan perlindungan serta manajemen keamanan siber bekerjasama SGU program Master of Information Technology (MIT)
Mengembangkan SDM Keamanan Siber
banner 468x60
Jakarta | BENEWS.co.id – Dalam era transformasi digital, organisasi terus meningkatkan layanan digital nya agar bisa bersaing dan memenangkan persaingan baik di tingkat nasional maupun di tingkat internasional, dengan situasi pandemi Covid-19 mengubah pola hidup dan pola kerja seluruh bangsa di dunia, tentunya termasuk di Indonesia, dimana masyarakat menjadi sangat bergantung dengan penggunaan teknologi digital dan jaringan internet.

Kemudian pemerintah juga memberlakukan kebijakan social distancing dan penerapan protokol kesehatan, sehingga mengharuskan seluruh pihak harus bekerja dari rumah atau dikenal dengan work from home (WFH), hal tersebut mengubah cara kerja, cara beraktifitas, cara belajar hingga cara bertransaksi dari sebelumnya luring (offline) menjadi ke daring (online), tentu saja hal tersebut membuat masyarakat menjadi sangat tergantung dengan teknologi digital dan internet untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

CSI dan SGU Kerjasama Membangun dan Mengembangkan SDM Bidang Keamanan Siber
Untuk menjawab tantangan tersebut, ACSI sebagai salah satu perusahaan yang terdepan dalam layanan konsultan dan perlindungan serta manajemen keamanan siber bekerjasama SGU program Master of Information Technology (MIT)

Namun proses transformasi digital ini belum diimbangi dengan adanya ancaman siber yang terus meningkat, termasuk diantaranya kebocoran informasi data pribadi maupun data sensitif organisasi bahkan sampai terdampak kerugian finansial karena serangan siber. Peningkatan ancaman dan serangan siber perlu mendapat dukungan tenaga ahli yang handal pada bidang keamanan siber yang belum terpenuhi dari tahun ke tahun baik di tingkat dunia maupun di Indonesia.

banner 336x280

Hal tersebut disampaikan oleh Sugiri Santosa selaku Direktur ACSI atau Acer Cyber Security Inc (PT. Alpha Citra Siber Indonesia) dalam sambutannya sesaat sebelum dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara pihak ACSI, dengan pihak Swiss German University (SGU) yang diwakili oleh Filiana Santoso selaku Rektor SGU, bertempat di kantor ACSI, Ebenezer Building, Jakarta pada Rabu (1/12/2021).

Sugiri mengatakan, “Untuk menjawab tantangan tersebut, ACSI sebagai salah satu perusahaan yang terdepan dalam layanan konsultan dan perlindungan serta manajemen keamanan siber bekerjasama SGU program Master of Information Technology (MIT) melakukan MoU untuk membangun dalam hal untuk mengisi kekurangan tenaga ahli dalam bidang keamanan siber.” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Filiana Santoso mengatakan, “kerjasama antara ACSI dan SGU sejalan dengan konsep Link and Match, yakni sebagai jembatan antara Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha. Dengan konsep link and match, akan terjadi proses belajar berjalan sambil melakukan sesuatu yang nyata dalam kehidupan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.”

“Pada hakikatnya konsep link and match dapat meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan tenaga kerja, sehingga adanya kerjasama sinergis seperti ini sangatlah relevan, agar relevansi pendidikan makin besar, sesuai kebutuhan dunia kerja, dimana perguruan tinggi mampu memberikan keuntungan bagi dunia usaha atau win-win. Kolaborasi ini juga merupakan salah satu bentuk nyata dari implentasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri dari unsur-unsur Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat,” ujarnya.

Dalam kerjasama ini, ACSI akan memberikan beasiswa 100% kepada mahasiswa yang telah lolos seleksi untuk menempuh pendidikan S2 di MIT SGU. Program ini juga memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk bekerja dan mengabdi di ACSI selama 4 hari setiap minggunya dan 1 hari dalam seminggu menjadi asisten riset di SGU.

Di yakini kedua belah pihak akan membuka banyak peluang dan akan lahir tenaga ahli dengan berdaya saing tinggi dalam menjawab tantangan industri yang terus berevolusi seiring dengan perkembangan teknologi dalam era digitalisasi.

Dijelaskan, sejak tahun 2009, Program Master bidang Keamanan Siber (dengan konsentrasi Data Science Cyber Security) dari SGU, telah melahirkan banyak tenaga ahli yang sudah diakui oleh praktisi di bidang industri keamanan siber dalam mengisi berbagai kebutuhan industri termasuk penetration tester, forensik digital, tenaga tanggap insiden (incident responder) sampai dengan tenaga ahli analis dan peneliti keamanan siber.

Kolaborasi SGU MIT dengan berbagai stakeholder dalam bidang keamanan siber juga terus ditingkatkan termasuk dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dan berbagai Lembaga lainnya.

Sementara Sianne, selaku Business Development Head ACSI menyampaikan, “Dengan adanya lonjakan yang tinggi dibidang digitalisasi yang terus berlanjut di era new normal ini, juga berbanding lurus dengan maraknya kejahatan siber. Dari data yang kami dapat, termasuk dari BSSN menunjukkan, serangan kejahatan siber di tengah pandemi tahun lalu juga mengalami lonjakan signifikan seiring dengan terbentuknya budaya baru digital tersebut.”

“Bukan hanya ratusan ribu, bahkan peningkatan serangan siber mencapai jutaan dengan berbagai modus serangan, termasuk ransomware, pencurian data, password dan lainnya yang bisa menimbulkan kerugian besar bagi korbannya. Karena itu, untuk menjawab tantangan tersebut, ACSI, hari ini menginisasi kerja sama MoU dengan SGU program Master of Information Technology (MIT) dalam program beasiswa, menyiapkan SDM bidang IT Security untuk mengisi kekurangan tenaga ahli dalam bidang keamanan siber ini,” ujarnya.

Dijelaskan ACSI merupakan penyedia layanan khususnya dalam bidang keamanan TI, baik dari segi solusi, design keamanan siber, audit TI, dan juga konsultasi dengan fokus utama sebagai jawaban atas bahaya keamanan siber.

“Kami berkomitmen untuk membantu memberikan solusi untuk setiap kebutuhan dan permasalahan dalam bidang keamanan TI atas perlindungan asset berharga organisasi perusahaan, data pribadi dan perusahaan serta memberikan pengamanan terhadap resiko di bidang keuangan dengan kompetensi menyeluruh,” tegasnya.

Dukungan Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS)

Soegiharto Santoso alias Hoky, Selaku Ketua Umum APTIKNAS yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, pihaknya sangat mendukung adanya kerjasama ini. Ia menilai, MoU antara ACSI dan SGU ini sangat baik dalam era transformasi digital saat ini. Khususnya untuk mengisi kekurangan tenaga ahli dalam bidang keamanan siber.p

“APTIKNAS sejak awal berdiri telah memandang tentang SDM keamanan siber adalah suatu hal penting, bahkan kami juga membentuk APTIKNAS Cyber Security Chapter yang berisikan anggota yang bergerak di bidang IT Security, sehingga saat ini telah ada 3 perusahaan anggota kami yang merupakan perusahaan yang ditunjuk BSSN sebagai Lembaga Konsultan di bidang Cyber Security,” ungkapnya.

Hoky menambahkan, berbagai kegiatan dan publikasi terkait Cyber Security juga dilakukan di antaranya di website EventCerdas.com dan di media online BISKOM. Ia juga menyampaikan tentang kesiapan APTIKNAS untuk menampung mahasiswa SGU yang ingin mencari tempat magang dan bekerja di anggota APTIKNAS yang bergerak di bidang Cyber security.

“Kami juga berkomitmen membangun dan mengembangkan dunia keamanan siber di Indonesia, termasuk dalam pembentukan talenta SDM Cyber security. Kami juga turut terlibat dalam tim Strategi Keamanan Siber Nasional (SKSN) dibawah naungan BSSN yang akan segera dikeluarkan Peraturan Presiden di tahun 2022,” pungkasnya.(***)

banner 336x280
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.