BerandaKepriBatamPembongkaran Pasar Induk Jodoh disaat PPKM level 4 di Batam, Seorang Warga...

Pembongkaran Pasar Induk Jodoh disaat PPKM level 4 di Batam, Seorang Warga Meninggal Ditempat.

- Advertisement -spot_img

Friska (42 Thn) MENINGGAL karena kaget dan shoCk Melihat kehadiran alat berat & team terpadu

-Boni Ginting-

BEnews.co.id, BATAM. Pembongkaran bekas pasar induk jodoh kota Batam nyaris ricuh, saat sedang pelaksanaan pembongkaran dengan alat berat, seorang warga, Friska Ginting (42 THN) mendadak meninggal, yang disebutkan koleganya karena shock.

VIDEO: Detik-detik amarah warga. Pembongkaran pasar induk jodoh disaat PPKM level 4 diperpanjang, seorang warga meninggal ditempat.

Boni Ginting, Tokoh pedagang kaki lima pasar induk, jodoh, kepada sejumlah wartawan mengungkapkan kekecewaannya kepada kepala dinas perdagangan kota Batam, Gustian Riau. yang disebutnya sebagai orang yang bertanggung jawab atas meninggalnya Friska.

BACA JUGA:  Kontroversi Ijazah Walikota Batam, Harus Diuji Secara Hukum

“Kami sudah sepakat dalam RDP di Gedung DPRD Kota Batam, agar pembongkaran ini ditunda dulu, terlebih dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 yang baru diperpanjang. Tapi Gustian Riau ngotot melakukan ini semua,” kata Boni dengan lantang.

Diterangkan Boni, Friska meninggal karena kaget dan shock, begitu alat berat datang dan petugas ramai memasuki lokasi pasar induk, dia (almarhum Friska…red) masih sempat berusaha mengeluarkan barang-barangnya dari lokasi, nga ada penyakit apa-apa sebelumnya,” lanjut Boni dihadapan sejumlah wartawan.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun dilokasi kejadian, Almarhum Friska, sempat dilarikan ke rumah sakit, namun ia meninggal dunia, sebelum sempat mendapatkan penanganan medis.

BACA JUGA:  𝗥𝗮𝗽𝗮𝘁 𝗧𝗣𝗜𝗗, 𝗔𝗺𝘀𝗮𝗸𝗮𝗿 𝗜𝗻𝗴𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗲𝗻𝗱𝗮𝗹𝗶𝗮𝗻 𝗜𝗻𝗳𝗹𝗮𝘀𝗶 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗦𝗲𝗷𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗗𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗨𝗽𝗮𝘆𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗱𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗘𝗸𝗼𝗻𝗼𝗺𝗶 𝗬𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗿𝗼𝗱𝘂𝗸𝘁𝗶𝗳

Terlihat pemandangan sangat memilukan, ketika mayat Friska dipeluk dalam Kenderaan pribadi, dan ditempatkan diposisi tengah kursi penumpang, diapit dua orang kerabatnya yang menangis dengan raungan menyayat dengan kematian Friska.

Seperti diberitakan, sebelumnya melalui media ini ( Penggusuran Pasar Induk Jodoh “Ngotot” Pemerintah Perpanjang PPKM Menekan Pandemi Covid-19 – https://benews.co.id/11756-2/ ) Berdasarkan Surat Pemberitahuan yang dikeluarkan Dinas Perindustrian perdagangan ( Disperindag ) Kota Batam No.519/Perindag/VII/2021, Pembongkaran gedung pasar induk jodoh, Batam dilakukan hari ini, Senin (26/7)

Walau sebelumnya (21juni 2021) telah dilakukan Rapat Dengar Pendapat ( RDP ) di Gedung DPRD Kota Batam yang di Pimpin oleh Ketua DPRD Kota Nuryanto SH.Pembongkaran gedung pasar Induk Jodoh sementara dihentikan.

BACA JUGA:  Executive Vice Presiden JCI ikut Meninjau Kegiatan Vaksinasi Mobilitas Keliling KADIN

Amarah warga sempat memuncak dan memaki-maki petugas. bahkan, Kepala Disperindag Kota Batam Gustian Riau jadi sasaran warga.”Mana si Gustian, dia yang mimpin pembongkaran ini. Dia penyebab kematian keluarga kami,” teriak salah satu kerabat di lokasi.

Kepala Dinas Dinas Perindustrian perdagangan ( Disperindag ) Kota Batam, Gustian Riau, ketika dihubungi tidak Berhasil, melalui WhatApp yang bersangkutan, Video yg dikirimkan untuk dimintai tanggapan yang bersangkutan tidak ada komentar apapun, hingga berita ini dipublikasikan.

Saat ini jenazah Friska Ginting (42 THN) warga yang tinggal di bekas pasar induk jodoh sedang disemayamkan. (***)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -Logo
https://youtu.be/Mu0GJXRRicY
Stay Connected
Must Read
- Advertisement -Iklan
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here